Scroll untuk baca artikel
Berita

Polisi Sebut Pemeran Kasus Film Dewasa Dibayar Rp10 Juta-Rp15 Juta

712
×

Polisi Sebut Pemeran Kasus Film Dewasa Dibayar Rp10 Juta-Rp15 Juta

Sebarkan artikel ini
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak (kedua dari kiri) saat menunjukkan bukti tangkapan website film dewasa, Senin (11/9/2023). ANTARA/Ilham Kausar

JAKARTA – Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, para pemeran kasus film dewasa dibayar antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta untuk satu judulnya.

Ade Safri menjelaskan, bayaran tersebut berdasarkan seberapa kuat pengaruh kuat dari pemeran (talent) di masyarakat. Pihaknya juga sudah mengantongi identitas para pemeran film dewasa tersebut.

“Minggu ini kita akan lakukan pemanggilan terhadap 11 pemeran wanita maupun lima orang pria dalam film beradegan dewasa, ” ungkapnya dilansir dari ANTARA, Selasa (12/9/2023).

Ade juga menjelaskan pemanggilan terhadap para pemeran tersebut masih berstatus saksi.

“Nanti kita periksa dulu sebagai saksi, nanti kita lakukan gelar perkara untuk memberikan kepastian hukum terkait apakah layak dijadikan tersangka,” katanya.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya telah mengungkap kasus industri film bermuatan asusila atau konten dewasa dengan total produksi sebanyak 120 film.

“Bahwa sampai saat ini video yang sudah dibuat dan beredar pada website https://kelassbintangg.com/, https://togefilm.com/ sekitar 120 (seratus dua puluh) film,” katanya.

Ade Safri menjelaskan, kejadian berawal pada Senin (17/7/2023) telah dilakukan patroli siber dan didapatkan sebuah laman (website) dengan nama kelasbintang.com yang berisi film adegan dewasa.

Polisi telah menangkap lima orang yang kemudian menjadi tersangka. Yakni berinisial I, JAAS, pada Senin (31/7) dan AIS, AT serta SE.

Kelima tersangka tersebut memiliki peran yang berbeda-beda. I sebagai sutradara, admin, pemilik dan yang menguasai website dan produser dari film-film yang diunggah pada website.

Sedangkan JAAS sebagai kameramen, AIS sebagai editor film, AT sebagai “sound enginering” dan SE sebagai sekretaris dan talent.*

TiketFest