BeritaBisnisCirebon

Prajurit Tangguh, Keuangan Tumbuh, OJK Cirebon Gaungkan Literasi Keuangan Bersama 200 Anggota TNI 

1254
×

Prajurit Tangguh, Keuangan Tumbuh, OJK Cirebon Gaungkan Literasi Keuangan Bersama 200 Anggota TNI 

Sebarkan artikel ini

CIREBON — Semangat disiplin dan ketangguhan prajurit TNI berpadu dengan semangat literasi keuangan. Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat menutup rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 dengan menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Capital Market Goes to Office” di Aula Makorem 063/Sunan Gunung Jati, Kota Cirebon.

Sebanyak 200 prajurit TNI Korem 063/Sunan Gunung Jati mengikuti kegiatan bertema “Prajurit Tangguh, Keuangan Tumbuh: Literasi Keuangan untuk Keluarga Besar TNI.” Agenda ini menjadi bagian dari komitmen OJK untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan aparatur negara, khususnya anggota TNI dan keluarganya.

Prajurit Tangguh, Keuangan Sejahtera

Kegiatan dibuka oleh Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, bersama Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han.

Dalam sambutannya, Agus Muntholib menekankan pentingnya edukasi keuangan sebagai bekal prajurit dalam menghadapi dinamika ekonomi yang semakin kompleks.

“Disiplin dan integritas prajurit adalah modal kuat untuk membangun budaya keuangan yang tangguh. Kami ingin para prajurit mampu mengelola keuangan pribadi dan keluarga dengan bijak, memahami produk keuangan, dan terhindar dari investasi ilegal,” ungkapnya.

Agus menambahkan, kolaborasi antara OJK, SRO, dan sekuritas menjadi wujud nyata sinergi antara regulator, industri, dan masyarakat dalam memperluas literasi keuangan.

“Budaya menabung dan berinvestasi yang sehat dapat menjadi pondasi kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.

Apresiasi dari Korem 063/SGJ

Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dan BEI.

“Prajurit yang tangguh bukan hanya kuat secara fisik, tapi juga cerdas finansial. Literasi keuangan menjadi bekal penting agar prajurit bisa mengelola pendapatan dengan bijak, terhindar dari investasi bodong, dan berinvestasi sehat demi masa depan yang lebih sejahtera,” tegasnya.

Tiga Narasumber, Satu Tujuan: Meningkatkan Melek Finansial

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga keuangan:

Tesar Pratama Gustarsjidi, Asisten Direktur OJK Cirebon – membahas peran OJK dalam melindungi konsumen dan mengenali investasi ilegal.

Sri Herlinawati, Deputi Kepala Wilayah BEI Jawa Barat – memperkenalkan pasar modal dan investasi saham yang sehat.

Childan Berliana Arifin, perwakilan Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) – memberikan panduan investasi bijak di pasar modal.

Sinergi untuk Inklusi

Program Capital Market Goes to Office ini merupakan hasil sinergi antara OJK Cirebon, Korem 063/SGJ, BEI, KPEI, KSEI, dan KISI. Selain edukasi, kegiatan ini juga membuka akses inklusi keuangan di sektor pasar modal bagi prajurit TNI.

Momentum ini sekaligus menjadi penutup resmi Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 OJK Cirebon yang mengusung tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”

Waspadai Penipuan Digital

Dalam kesempatan itu, OJK juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penipuan keuangan digital. Berdasarkan data Indonesian Anti-Scam Center (IASC), sejak November 2024 hingga Oktober 2025 terdapat 299.237 kasus penipuan keuangan dengan total kerugian mencapai Rp7 triliun.

OJK Cirebon terus aktif melayani masyarakat. Hingga 31 Oktober 2025, tercatat 1.619 layanan konsumen sektor jasa keuangan telah diberikan, baik secara langsung, melalui telepon, maupun aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK).

Komitmen Tata Kelola Bersih

Sebagai bagian dari integritas lembaga, OJK Cirebon menegaskan komitmennya terhadap prinsip Good Corporate Governance dan menerapkan Program Pengendalian Gratifikasi. Seluruh mitra kerja diimbau tidak memberikan hadiah atau parsel dalam bentuk apa pun kepada jajaran OJK.

“Transparansi dan integritas adalah pondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik,” tutup Agus Muntholib.***