CIREBON – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon menggelar pemeriksaan Pap Smear bagi para anggotanya sebagai upaya deteksi dini terhadap kanker serviks dan berbagai gangguan kesehatan reproduksi wanita.
Kegiatan yang diikuti puluhan peserta tersebut mendapat sambutan antusias dari para anggota, khususnya ibu-ibu muda yang selama ini belum pernah menjalani pemeriksaan kesehatan reproduksi secara menyeluruh.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon, Evi Yusdiana mengatakan, pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini penyakit kewanitaan.
“Pemeriksaan ini sebagai deteksi dini terhadap penyakit kanker serviks maupun penyakit lainnya agar para ibu muda di sini lebih tenang dan mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal,” katanya, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, kesehatan reproduksi perempuan kerap kali luput dari perhatian karena kesibukan menjalankan aktivitas sehari-hari, baik sebagai pekerja maupun sebagai ibu rumah tangga. Padahal, pemeriksaan rutin sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan organ reproduksi dan mencegah penyakit berkembang ke tahap yang lebih serius.
Evi menjelaskan, sebagian besar peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan ibu muda yang belum pernah menjalani pemeriksaan Pap Smear. Karena itu, program pemeriksaan gratis tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk melakukan pengecekan kesehatan tanpa terbebani biaya.
“Terdapat sebanyak 38 orang yang dilakukan pemeriksaan secara gratis, dan mereka juga sangat ingin mengetahui kondisi kesehatannya sendiri. Alhamdulillah antusiasmenya cukup tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pap Smear merupakan salah satu metode skrining yang efektif untuk mendeteksi perubahan sel pada leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks. Dengan pemeriksaan rutin, penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga peluang penanganan dan kesembuhan menjadi lebih besar.
Evi menganjurkan perempuan yang telah menikah maupun yang aktif secara seksual untuk melakukan pemeriksaan Pap Smear secara berkala, yakni setiap tiga hingga lima tahun sekali sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan.
“Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan secara rutin. Jangan menunggu sampai muncul keluhan yang berat. Semakin cepat diketahui, maka penanganannya juga akan semakin baik,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala-gejala yang dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan reproduksi. Salah satunya adalah perdarahan menstruasi yang berlangsung lebih lama dari kondisi normal.
“Jadi misalnya idealnya menstruasi hanya tujuh hari, tetapi ini bisa lebih dari tujuh hari dan berulang, nah itu harus diperiksakan ke dokter. Jangan dianggap biasa karena bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu ditangani,” tutupnya.***(Sakti)











