PERKEMBANGAN jaman secara tidak langsung menuntut manusia terus beradaptasi dengan situasi dan perubahan-perubahan kehidupan, mulai dari tata cara dalam setiap kegiatan yang seiring waktu berubah.
Salah satunya, dalam hal transaksi. Kini, dunia dapat dikatakan berubah. Lantaran, dalam bertansaksi tak lagi harus bertatap muka atau saling tukar.
Transfer dana, itu menjadi pilihan transaksi. Selain itu sistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang menjadi salah satu program Bank Indonesia dalam memudahkan masyarakat melakukan kegiatannya.
Ternyata, penerapan QRIS tidak hanya ada di kawasan atau tempat bisnis perdangan. Untuk kegiatan sosial keagamaan pun diterapkan seperti untuk beramal, infaq, zakat dan sejenisnya.
Di masjid pun kini hampir rata-rata menyediakan barcode QRIS untuk menerima amal dan infaq jemaahnya.
Penerapan QRIS di masjid adalah langkah inovatif yang dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan dana. Meskipun ada tantangan yang harus diatasi, dengan pendekatan yang tepat, QRIS dapat menjadi solusi efektif untuk mendukung kegiatan amal dan ibadah umat.
Salah satunya di Cirebon, upaya menjaga kemakmuran masjid dan memudahkan jemaah untuk beramal serta berujung pada meningkatnya ekonomi umat. Masjid Fatahillah di Blok Sijombang Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon menyediakan fasilitas praktis untuk infaq dengan sistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
“Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas aksesibilitas dan memberikan kemudahan bagi para donatur, khususnya jemaah yang ingin beramal namun tidak atau lupa membawa uang cash,” ucap Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Fatahillah, H. Fathullah, Selasa (6/2/2024).
Melalui penggunaan QRIS, lanjut H. Fathullah, jemaah dapat melakukan infaq secara digital hanya dengan memindai kode QR yang tersedia di area masjid.
Menurutnya, cara tersebut meminimalkan risiko kehilangan uang tunai yang masuk ke kotak amal.
Pihaknya berharap, dengan adanya sistem QRIS ini lebih banyak jemaah yang tergerak untuk berinfaq, tanpa harus khawatir tentang keamanan uang mereka.
“Sistem ini juga memungkinkan masjid untuk melacak penerimaan infaq dalam waktu terkini, sehingga pengelolaan dana bisa dilakukan dengan lebih transparan dan efisien,” ujar H. Fathullah.
“Adanya QRIS, infaq kini menjadi lebih mudah dan aman, sekaligus mendukung kemakmuran masjid dan kesejahteraan umat. Kami mengajak, mari bersama-sama berkontribusi untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” imbuhnya.
Di sisi lain, warga setempat, Mashudi (36 tahun) mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang program pengurus masjid dalam upaya pembangunan.
“Masjid Fatahillah menjadi tempat bagi kita untuk berkumpul, beribadah, dan saling berbagi. Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan ini,” ungkapnya.
“Semakin baiknya bangunan masjid ini, kami merasa lebih terhubung dan bisa menguatkan iman bersama,” imbuhnya.
Pembangunan masjid ini diharapkan tidak hanya meningkatkan sarana ibadah, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga dan bangkitnya ekonomi umat.
Dikutip dari berbagai sumber, manfaat Infaq masjid sendiri bagi lingkungan sekitar. Antara lain, pemberdayaan ekonomi, dana infaq sering digunakan untuk mendukung usaha kecil di komunitas. Dengan menyediakan modal bagi wirausaha lokal, masjid membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kedua, program sosial, masjid dapat mengalokasikan infaq untuk program bantuan sosial, seperti pembagian sembako atau bantuan kesehatan bagi warga kurang mampu, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketiga, pendidikan dan keterampilan, infaq dapat digunakan untuk mendukung program pendidikan, seperti bimbingan belajar atau pelatihan keterampilan, yang membantu masyarakat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka.
Selain itu, pelestarian lingkungan, di beberapa masjid menggunakan dana infaq untuk program lingkungan, seperti penanaman pohon atau pembersihan lingkungan, yang berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.
Ada pula, penguatan komunitas, dengan memfasilitasi berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, masjid berperan sebagai pusat komunitas yang memperkuat hubungan antarwarga dan meningkatkan rasa kebersamaan.
Melalui pengelolaan yang tepat, infaq masjid tidak hanya bermanfaat bagi kegiatan keagamaan, tetapi juga membawa perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon mencatat, jumlah merchant Quick Response Indonesian Code (QRIS) di Ciayumajakuning sepanjang 2023 sebanyak 555.106.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 272.563 berasal dari Kota/Kabupaten Cirebon. Kemudian, Majalengka 92.959 merchant, Indramayu 107.344 merchant, dan Kuningan 82.240 merchant.
Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Cirebon Hestu Wibowo mengatakan jumlah merchant yang menggunakan QRIS di Ciayumajakuning terus meningkat. Hal ini mendukung program pengguna QRIS baru di Indonesia.
“Tren pembayaran transaksi nontunai di Ciayumajakuning ternyata positif,” kata Hestu beberapa waktu lalu.
Menurut Hestu, penerapan penggunaan QRIS di Ciayumajakuning dilakukan di pasar, lembaga pendidikan umum, kantor aparat penegak, hingga lembaga pendidikan agama.
Selain penggunaan QRIS, tren pembayaran cashless di Ciayumajakuning terus meningkat. Ini dibuktikan dengan meningkatnya model perdagangan.
Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan, pihaknya akan membentuk kelompok untuk mempercepat digitalisasi daerah dan meningkatkan kualitas penggunaan transaksi nontunai.
Jadi, kata Imron, pihaknya akan terus menjalin kerja sama dengan pihak terkait, mulai dari Bank Indonesia, bank pemerintah, maupun milik swasta.
“Kita punya keinginan untuk maju, karena meski tidak di kota besar, kendalanya bukan pada inovasi,” ujarnya.
Sebagai informasi dari laman bi.go.id, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau biasa disingkat QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS
Saat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari Penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.
Merchant hanya perlu membuka rekening atau akun pada salah satu penyelenggara QRIS yang sudah berizin dari BI. Selanjutnya, merchant sudah dapat menerima pembayaran dari masyarakat menggunakan QR dari aplikasi manapun penyelenggaranya. *** (M. Hasan Hidayat)











