CIREBON – Kelurahan Sunyaragi menghadirkan Pojok Baca Sunyaragi yang bertujuan untuk menambah literasi masyarakat serta memberikan layanan pengetahuan dan budaya untuk semua kalangan mulai dari anak-anak PAUD hingga dewasa.
Lurah Sunyaragi Dani Ilham Ramadhan, S.STP mengatakan, Pojok Baca Sunyaragi sendiri bukan hanya sekedar tempat untuk membaca saja akan tetapi menjadi wadah kegiatan literasi warga sunyaragi yang bertujuan membangun budaya membaca, menambah pengetahuan, berpikir kritis, dan memperkuat identitas budaya lokal.
“Hal tersebut sesuai dengan Visi Kota Cirebon Sejahtera, tertata, aspiratif, religious, aman dan berkelanjutan dengan salah satu misinya meningkatkan kualitas SDM berdaya saing serta meningkatkan budaya lokal,” katanya, Sabtu (24/5/2025).
Pojok Buku Sunyaragi sendiri memiliki beraneka ragam buku, mulai dari buku anak-anak dengan ciri khas penuh dengan warna hingga buku literatur umum dan buku-buku yang bermanfaat untuk pengembangan diri.
Di Pojok Buku Sunyaragi sendiri memiliki lebih dari 1000 buku, baik berupa buku fisik maupun digital untuk kalangan anak-anak hingga dewasa.
“Setiap pengunjung bisa menemukan bacaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya serta dapat mengikuti kegiatan literasi yang disediakan oleh pojok baca kelurahan sunyaragi,” jelas Dani.
Pojok Baca Sunyaragi juga menyediakan layanan untuk membaca ditempat, selain itu untuk menunjang kenyamanan masyarakat pihaknya juga menyediakan WiFi gratis.
Penyediaan WiFi secara gratis tersebut juga bertujuan untuk menunjang kegiatan belajar dan pencarian informasi secara daring.
Selain melakukan membaca buku, terdapat kegiatan yang bertajuk Ngaji Budaya yang dilakukan setiap Jumat Kliwon pukul 13.30 di Pojok Baca Sunyaragi.
“Kegiatan unik yang penuh kearifan lokal dalam mencari makna sejarah dan budaya yang ada di kelurahan sunyaragi. Menghidupkan kembali kisah-kisah klasik lokal, memperkuat identitas daerah di kalangan generasi muda,” paparnya.
Kelurahan Sunyaragi juga sudah menerapkan digitalisasi dalam operasional Pojok Baca Sunyaragi.
Digitalisasi tersebut berupa penerapan QR Code Cerita Anak, yang memungkinkan masyarakat membaca cerita anak hanya dengan memindai kode QR di ruang-ruang publik.
“Kita juga memberikan layanan literasi bagi anak-anak PAUD dengan pelatihan pengenalan menanam pohon mulai dari pembenihan disesuaikan dengan usia anak dini agar edukatif, aman dan menyenangkan. Dengan tujuan Mengenalkan proses tumbuhnya pohon sejak benih, Menumbuhkan cinta lingkungan sejak dini,” tuturnya.
Pojok Baca Sunyaragi juga telah menjadi interaksi sosial, tempat belajar bersama, dan wadah untuk melestarikan budaya lokal.
Dani juga mengimbau masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjadi Anggita, menyumbang buku, atau cukup dengan rutin berkunjung, mengikuti kegiatan dan membaca.
“Mari datang, baca, ikuti dan tumbuhkan budaya literasi untuk masa depan yang lebih baik,” tutupnya.***(Sakti)











