CirebonBerita

Lewat Komunikasi Multiplatform, UGJ Perkuat Branding Institusi

118
×

Lewat Komunikasi Multiplatform, UGJ Perkuat Branding Institusi

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Mahasiswa Fakuktas Ilmu Komunikasi dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) melakukan pengamatan Komunikasi Multiplatform di Bidang Wakil Rektor IV UGJ, kegiatan ini dibimbing oleh dosen pengampu, Dr. Farida Nurfalah. S. Sos. M. Si.

Wakil Rektor IV UGJ memiliki peran strategis dalam membangun citra dan branding institusi melalui pengelolaan komunikasi internal dan eksternal kampus. Bidang ini berada langsung di bawah koordinasi rektor dan membawahi tiga biro, yakni Biro Humas dan Kerja Sama, Biro Promosi dan Pemasaran, serta Biro Urusan Internasional.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UGJ, Dr. H. Editya Nurdiana., SE., MM menjelaskan bahwa Wakil Rektor IV bertanggung jawab menciptakan citra positif UGJ, baik di lingkungan internal maupun di mata publik. Salah satu fungsi utama yang dijalankan adalah peran humas sebagai katalisator informasi.

“Humas berperan menjembatani arus komunikasi dari dalam ke luar kampus maupun sebaliknya. Informasi kebijakan dari yayasan dan rektorat harus tersampaikan dengan baik kepada sivitas akademika, begitu juga informasi dari pihak eksternal,” ujar Editya, yang dijumpai pada Selasa (30/12/2025).

Ia menambahkan, Humas UGJ menyalurkan berbagai informasi penting, seperti kebijakan internal, hibah, hingga regulasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, agar dapat dipahami dan ditindaklanjuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Selain fungsi internal, Humas juga berperan aktif menyampaikan berbagai aktivitas, prestasi, serta keunggulan UGJ kepada masyarakat luas. Menurut Editya, komunikasi publik tidak hanya bertujuan memberi informasi, tetapi juga membangun pemahaman, ketertarikan, dan citra positif kampus.

“Dalam konteks promosi dan pemasaran, komunikasi kami arahkan untuk mengedukasi, memberi informasi, sekaligus melakukan selebrasi atas capaian-capaian institusi,” katanya.

Dalam pengelolaan komunikasi internal, Bidang IV UGJ menerapkan prinsip komunikasi dua arah yang bersifat egaliter. Setiap anggota tim diberikan ruang untuk menyampaikan ide dan pendapat dalam forum-forum briefing. Pendekatan ini dinilai penting untuk membangun pemahaman bersama dan menghasilkan umpan balik yang konstruktif.

Sebelum pesan disampaikan ke publik, Humas terlebih dahulu melakukan perencanaan komunikasi. Tahapan tersebut meliputi identifikasi pesan, penentuan segmentasi audiens, serta pemilihan media yang tepat. Strategi komunikasi disesuaikan dengan karakter sasaran, seperti calon mahasiswa, guru Bimbingan Konseling, orang tua, maupun masyarakat umum.

Untuk menjangkau berbagai segmen tersebut, Humas UGJ memanfaatkan beragam kanal media, mulai dari media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, hingga laman web resmi. Selain itu, UGJ juga menjalin kerja sama dengan media cetak, media daring, radio, dan televisi.

“Pendekatan multiplatform ini kami lakukan agar informasi UGJ bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan segmentasinya,” jelas Editya.

Dalam menjaga citra institusi, Humas UGJ juga menghadapi tantangan, terutama pesatnya perkembangan teknologi informasi. Meski demikian, keterbatasan perangkat tidak menjadi hambatan untuk terus berinovasi dan menghasilkan konten yang kompetitif.

“Kami jadikan tantangan sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja dan kreativitas tim,” ujarnya.

Kinerja Humas UGJ diukur melalui sejumlah indikator, seperti konsistensi dan jumlah unggahan, serta tingkat respons audiens berupa interaksi di media sosial. Evaluasi dilakukan secara rutin, baik harian, mingguan, maupun bulanan, untuk memastikan strategi komunikasi berjalan efektif.

Ke depan, Humas UGJ berharap tumbuh kesadaran partisipatif dari seluruh sivitas akademika dalam menyebarkan informasi positif tentang kampus. Dengan jumlah mahasiswa dan pegawai yang besar, penyebaran pesan secara berantai diyakini mampu memperkuat citra UGJ di mata publik.

Dalam konteks Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Humas UGJ terus menghadirkan strategi komunikasi yang adaptif. Setiap tahun, konsep peluncuran PMB dirancang berbeda agar pesan promosi lebih menarik dan relevan.

“Inovasi ini kami harapkan dapat meningkatkan minat calon mahasiswa sekaligus memperkuat positioning UGJ sebagai perguruan tinggi yang dinamis dan responsif terhadap perkembangan zaman,” tutup Editya.***