BeritaCirebon

Tiga Siswi SMPN 4 Kota Cirebon Raih Medali Gulat POPDA Jabar

655
×

Tiga Siswi SMPN 4 Kota Cirebon Raih Medali Gulat POPDA Jabar

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswi-siswi SMP Negeri 4 Kota Cirebon di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat 2025. 

Tak hanya sukses mengharumkan nama sekolah dan daerah melalui cabang olahraga gulat, para atlet muda ini juga menunjukkan perjuangan luar biasa dalam menyeimbangkan prestasi olahraga dengan pendidikan.

Tiga siswi berprestasi tersebut adalah Layla Azkia, Sisi Pricilia, dan Nada Putri Nurahman yang berhasil meraih juara di tingkat provinsi pada cabang gulat.

Layla Azkia tampil gemilang dengan meraih juara pertama di kelas 49 kilogram. Sejak duduk di bangku kelas 4 SD, Layla telah menekuni olahraga gulat dan terus mengasah kemampuannya hingga kini.

“Saya dari SD memang sudah fokus di gulat, setelah masuk SMPN 4 saya semakin serius mengejar prestasi,” ujar Layla, Senin (18/5/2026).

Layla mengaku ingin terus berkembang dan membawa nama baik Kota Cirebon di berbagai kejuaraan mendatang, termasuk turnamen terdekat di UPI Bandung.

“Saya ingin jadi atlet yang sungguh-sungguh, membanggakan orang tua, dan membawa nama Cirebon,” katanya.

Sementara itu, Sisi Pricilia yang menjadi runner-up POPDA Jabar di kelas 42 kilogram menuturkan bahwa konsistensi dan disiplin menjadi tantangan terbesar dalam dunia atlet.

“Tantangannya menjaga pola makan. Tidak boleh sembarangan makan, hindari makanan pedas dan minuman manis,” ungkap Sisi.

Selain menjaga asupan makanan, latihan fisik intensif seperti aerobik interval juga menjadi bagian penting dalam persiapan bertanding.

“Semua tergantung disiplin masing-masing,” tambahnya.

Di sisi lain, Nada Putri Nurahman yang meraih juara dua di kelas 61 kilogram mengungkapkan perjuangan menjaga berat badan demi tetap berada di kelas pertandingan yang sesuai.

“Berat badan sangat menentukan kelas, jadi kadang harus puasa untuk menurunkan berat badan,” jelas Nada.

Namun, tantangan terbesar bagi Nada bukan hanya soal fisik, tetapi juga akademik. Intensitas latihan dan kejuaraan kerap membuatnya tertinggal pelajaran.

“Kalau izin latihan sampai seminggu lebih, memang terasa tertinggal. Tapi kami berusaha mengejar dengan belajar lebih keras sepulang sekolah,” katanya.

Dukungan Penuh Sekolah untuk Atlet Berprestasi

Pembina ekstrakurikuler SMP Negeri 4 Kota Cirebon, Ridwan Hadiyanto, menegaskan bahwa sekolah berkomitmen besar dalam mendukung siswa berprestasi melalui jalur seleksi khusus dan fasilitas olahraga.

“Kami membuka jalur prestasi dengan porsi lebih besar agar siswa berbakat bisa berkembang maksimal,” ujarnya.

Sekolah juga menyediakan fasilitas pendukung, termasuk bekerja sama dengan tempat latihan eksternal bila sarana internal belum memadai.

“Jika fasilitas kurang, kami bekerja sama dengan lokasi latihan yang sesuai,” jelas Ridwan.

Tak hanya itu, bonus prestasi juga diberikan kepada siswa yang berhasil menorehkan juara sebagai bentuk motivasi tambahan.

“Bonus yang kami berikan cukup besar untuk memacu semangat mereka meraih prestasi lebih tinggi,” tutupnya.*** (Sakti)