CIREBON – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Cirebon menggelar kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi seluruh anggotanya. Pelatihan ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan menyandeng Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Kota Cirebon.
Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan kapasitas serta keahlian personel di lapangan saat menghadapi situasi darurat yang mengancam nyawa.
Kepala Damkar Kota Cirebon, Andi Riskiyanto, menjelaskan bahwa sebagai salah satu garda terdepan dalam penanganan bencana dan kebakaran, personel Damkar seringkali tiba di lokasi kejadian jauh lebih awal dibandingkan tim penolong lainnya. Dengan waktu respons (response time) yang berkisar antara 10 hingga 15 menit, kecepatan penanganan awal menjadi faktor krusial.
“Saat berada di lokasi lebih dulu, ada kalanya kami menemui korban yang mengalami gangguan kesehatan serius, seperti henti jantung atau henti napas. Melalui pelatihan dari rekan-rekan PSC ini, anggota kami dibekali ilmu pertolongan pertama agar bisa langsung menyelamatkan korban dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Andi, Kamis (11/6/2026).
Pelatihan intensif ini diikuti oleh total 229 personel Damkar yang terbagi ke dalam 6 pleton. Guna menjaga efektivitas pelatihan, kegiatan dibagi ke dalam 6 sesi yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, di mana setiap harinya diisi oleh dua sesi per pleton.
Materi Krusial Penyelamatan Jiwa
Sementara itu, Kepala UPT PSC 119 Kota Cirebon, Wijaya, memaparkan sejumlah materi penting yang diajarkan dan disimulasikan bersama para personel Damkar.
Fokus pelatihan meliputi bantuan Hidup Dasar (BHD) / Resusitasi Jantung Paru (RJP), metode pompa jantung untuk korban henti napas atau jantung.
Penanganan pendarahan yakni teknik balut bida dan balut tekan untuk menahan luka perdarahan pada korban.
Penanganan gigitan ular, berupa pertolongan pertama yang tepat dan cepat pada kasus gigitan satwa berbisa.
Evakuasi pasien, data cara pemindahan korban secara aman agar tidak memperparah cedera dan penanganan medis lainnya, seperti, penanganan cepat untuk korban tersedak, epilepsi, hingga kejang.
“Pertolongan pertama yang tepat sangat penting karena bisa menyelamatkan nyawa seseorang sebelum tim medis penuh tiba,” tegas Wijaya.
Selain meningkatkan keterampilan teknis individu, agenda ini juga menjadi momentum untuk mempererat ikatan (chemistry) dan koordinasi antara personel Damkar dan tim PSC 119 yang kerap bahu-mabhubahu di medan tugas.
Wijaya juga mengingatkan masyarakat Kota Cirebon agar tidak ragu memanfaatkan layanan kedaruratan medis. Jika terjadi situasi darurat medis di lingkungan sekitar, warga dapat langsung menghubungi PSC 119 tanpa menggunakan kode area.
“Sama seperti Damkar, response time kami juga berkisar 10 sampai 15 menit. Namun, dengan adanya pelatihan ini, jika teman-teman Damkar sudah berada di lokasi terlebih dahulu, mereka bisa melakukan tindakan penanganan awal yang krusial sebelum armada kami tiba,” pungkas Wijaya.***











