CIREBON – Pohon berusia puluhan tahun yang berada di kawasan penataan sungai Sukalila tumbang diduga karena usia dan tanah labil.
Peristiwa bermula ketika berlangsung pekerjaan pembersihan di sekitar Sungai Sukalila menggunakan alat berat excavator.
Alat berat tersebut digunakan untuk menggali tanah di pinggir sungai sekaligus membuka akses bagi alat berat beko amfibi yang akan digunakan untuk membersihkan Sungai Sukalila.
Saat proses pekerjaan berlangsung, sebuah pohon di sekitar lokasi tiba-tiba roboh dan tumbang ke arah Jembatan Sukalila.
Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Hendra Kurniawan mengatakan, kejadian pohon tumbang sendiri sekitar pukul 11.00 saat masih melakukan penataan sungai Sukalila tersebut.
“Kita tidak mengetahui juga pohon tersebut sudah tua dan juga rapuh, kita tidak bisa memprediksi musibah pohon tersebut akan tumbang,” katanya, Kamis (20/8/2026).
Akibat kejadian pohon tumbang tersebut, terdapat dua orang pengendara sepeda motor yang menjadi korban yakni F dan T, dan sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Memang tadi ada dua orang yang tertimpa pohon, saat ini juga sedang didampingi oleh tim kami, dan insyaallah kita tanggung biaya pengobatannya sampai sembuh,” jelasnya.
Ia membantah adanya isu pohon tersebut tumbang dikarenakan oleh excavator yang sedang melakukan pengerjaan sungai Sukalila.
“Informasi dari pelaksana lapangan dan operator kita tidak ada ya memohon pohon, jadi excavator itu sedang bekerja disebelah lokasi kejadian pohon tumbang, jadi kita tidak memotong pohon tersebut ya,” tegasnya.
Untuk penataan sungai Sukalila sendiri sudah mencapai angka 75 persen, dan sedang melakukan penataan pedestrian untuk di Sukalila, sementara untuk di kawasan Kalibaru sedang dalam proses.***(Sakti)











