BeritaCirebon

Akselerasi Visi Global, FK UGJ Lepas 9 Mahasiswa untuk Student Mobility ke Prancis dan Thailand

914
×

Akselerasi Visi Global, FK UGJ Lepas 9 Mahasiswa untuk Student Mobility ke Prancis dan Thailand

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) kembali menunjukkan kualitasnya di kancah internasional. 

Di penghujung tahun 2025, Fakultas Kedokteran (FK) UGJ secara resmi melepas sembilan mahasiswa terpilih untuk mengikuti program International Student Mobility ke dua universitas ternama dunia yakni Poitiers University di Prancis dan Mahidol University di Thailand.

Acara pelepasan ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Rektor UGJ, Dekan FK UGJ, serta jajaran pimpinan universitas. Program ini menjadi bukti nyata komitmen UGJ dalam mewujudkan visi “UGJ Mendunia” dan implementasi akreditasi UNGGUL yang telah diraih.

Dekan FK UGJ Dr. dr. H. Catur Setiya Sulistiyana,M.Med.Ed., menyampaikan, sembilan mahasiswa yang berangkat merupakan hasil seleksi ketat, baik dari sisi akademik (IPK) maupun minat khusus di bidang Genetika.

Dua Mahasiswa akan bertolak ke Poitiers University, Prancis, melalui program beasiswa Erasmus+. Kerja sama ini telah terjalin kuat sejak tahun 2017.

Tujuh Mahasiswa akan menuju Mahidol University, Thailand, yang merupakan mitra strategis FK UGJ dalam tiga tahun terakhir.

“Selama kurang lebih 35 hari, para mahasiswa akan mendalami ilmu genetika serta melakukan kegiatan student exchange dan elective untuk memperkaya wawasan medis mereka di level global,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UGJ, Dr. Ir. H. Achmad Faqih, SP., M.M. memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran FK UGJ. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud konkret dari globalisasi kampus.

“Ini adalah implementasi visi UGJ menuju kegiatan global. Saya berharap ke depan, kolaborasi tidak hanya terbatas pada dua negara ini, tapi meluas ke negara Eropa lainnya seperti Belanda (Radboud University) yang komunikasinya sudah kita inisiasi,” ujar Rektor.

Ia juga menekankan pada tahun 2026, seluruh fakultas di lingkungan UGJ wajib mengimplementasikan program internasional, baik berupa magang, student exchange, maupun kolaborasi publikasi internasional.

Senada, Ketua YPSGJ, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., turut menyatakan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan oleh mitra universitas luar negeri kepada UGJ. 

Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa kualifikasi mahasiswa UGJ sejajar dengan mahasiswa di Eropa dan Asia Tenggara.

“Kalian adalah duta diri sendiri, duta fakultas, duta kampus, dan duta bangsa Indonesia. Jaga nama baik, sikap, perilaku, dan etika. Pahami budaya di sana agar bisa beradaptasi dengan baik,” pesan Ketua Yayasan kepada para mahasiswa.

Selain keberangkatan ke Prancis dan Thailand, dalam waktu dekat UGJ juga akan menyambut 20 mahasiswa dari Filipina serta menerima kunjungan dosen dan Rektor dari ibu University, NTT, dalam rangka program Erasmus+.

FK UGJ juga tengah menjajaki peluang pengiriman mahasiswa profesi ke Radboud University, Belanda. Meski memiliki tantangan dalam penyelarasan waktu akademik, hal ini menjadi target besar berikutnya untuk meningkatkan kompetensi lulusan dokter UGJ di masa depan.

Melalui semangat internasionalisasi ini, UGJ terus melangkah pasti sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara nasional, tetapi juga diakui oleh komunitas akademik internasional.***