Dialog Pemilu

Datang ke Padepokan Anti Galau, Mahfud MD Kupas Soal Santet

515
×

Datang ke Padepokan Anti Galau, Mahfud MD Kupas Soal Santet

Sebarkan artikel ini
Calon Wakil Presiden nomor urut 3, Mahfud MD saat mengunjungi Padepokan Anti Galau di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (30/1/2024). Foto: Dialog/Haqi

CIREBON– Calon Wakil Presiden nomor urut 3, Mahfud MD mengunjungi Padepokan Anti Galau di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (30/1/2024).

Pantauan di lokasi, Mahfud MD tiba di Padepokan Anti Galau sekira pukul 13.37 WIB dan langsung disambut oleh Ustaz Ujang Bustomi. Ustaz tersebut merupakan pimpinan Padepokan Anti Galau yang selama ini berkonsentrasi terhadap penumpasan praktik santet.

Dalam penyambutannya tersebut, Mahfud langsung disematkan mahkota berwarna emas yang dihiasi bunga melati. Selain itu, pasangan Ganjar Pranowo juga diberikan sebuah sorban, tasbih, dan keris.

Setelah penyambutan, Mahfud langsung masuk ke dalam kediaman Ustaz Ujang dan langsung membuat konten siaran langsung di kanal YouTube Kang Ujang Busthomi.

Menurut Mahfud, kedatangannya tersebut untuk membahas permasalahan gaib yang dikupas secara ilmiah. Salah satu hal gaib yang bisa dibahas adalah fenomena mati suri.

“Gaib adalah ilmiah. salah satunya mati suri, itu adalah gejala alam,” kata Mahfud MD di Padepokan Anti Galau, Kabupaten Cirebon, Selasa (30/1/2024).

Selain itu, cawapres ini pun berdiskusi mengenai santet. ancaman terhadap praktik kejahatan tersebut sempat diperjuangkan untuk masuk ke dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Pernah diusahakan ke dalam KUHP semula disetujui. Namun, dalam pembahasan selanjutnya, hukum materinya bisa, tetapi dari hukum acaranya susah dibuktikan,” kata Mahfud.

Ujang Bustomi mendorong pemerintah untuk segera memberlakukan hukuman kepada pelaku kejahatan santet. Sampai saat ini, pelaku tersebut belum mampu dijerat dengan pasal pidana.

Selain itu, Ujang juga meminta kepada Mahfud MD saat terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia untuk tetap mengeluarkan kebijakan dan memperjuangkan amar maruf nahi munkar.

“Sengaja saya sematkan mahkota Prabu Siliwangi kepada Pak Mahfud karena adalah pemimpin yang jujur. Saya juga mendoakan Pak Mahfud diberikan kesuksesan,” kata Ujang.* (Haqi)