BEKASI – Sebanyak 13.348 atlet dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat siap bersaing dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026. Ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut resmi dibuka di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (7/11/2026).
Pembukaan PORPROV XV menjadi penanda dimulainya persaingan para atlet dalam memperebutkan medali dari 75 cabang olahraga dengan total 1.156 nomor pertandingan. Kompetisi dijadwalkan berlangsung hingga 20 November 2026.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, turut menghadiri seremoni pembukaan bersama Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon, Andi Wibowo.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Cirebon tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kontingen Kota Cirebon yang tengah berjuang mengukir prestasi dan membawa nama daerah di ajang olahraga empat tahunan tersebut.
Seremoni pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, para kepala daerah dari 27 kabupaten/kota, jajaran KONI, serta atlet, pelatih, dan ofisial dari seluruh Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa PORPROV tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang mengejar medali dan kemenangan. Lebih dari itu, kompetisi tersebut harus menjadi sarana memperkuat persaudaraan, menjaga kebersamaan, dan menumbuhkan semangat gotong royong antardaerah.
Ia juga meminta seluruh atlet menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran selama pertandingan. Menurutnya, prestasi olahraga harus diraih melalui kemampuan, kerja keras, dan perjuangan yang dilakukan secara sportif.
Selain aspek olahraga, Gubernur berharap penyelenggaraan PORPROV XV memberikan dampak ekonomi bagi daerah tuan rumah. Mobilitas ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan pendukung diharapkan mampu menggerakkan sektor perdagangan, transportasi, perhotelan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara itu, Effendi Edo menyampaikan bahwa PORPROV XV menjadi kesempatan penting bagi atlet Kota Cirebon untuk membuktikan kemampuan sekaligus menunjukkan hasil pembinaan olahraga yang selama ini telah dilakukan.
Ia berharap seluruh atlet dapat tampil maksimal, menjaga kekompakan, serta memiliki mental bertanding yang kuat dalam menghadapi persaingan dengan kontingen dari daerah lain.
“Alhamdulillah, kami dapat hadir langsung dalam pembukaan PORPROV XV Jawa Barat 2026 sekaligus memberikan dukungan kepada para atlet Kota Cirebon yang sedang berjuang. Kami tentu berharap seluruh atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya, menjaga sportivitas, dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kota Cirebon,” ujar Effendi.
Menurutnya, perjuangan para atlet patut mendapatkan apresiasi, terlepas dari hasil akhir yang diperoleh dalam setiap pertandingan. Sebab, keikutsertaan mereka merupakan bentuk pengabdian sekaligus kebanggaan dalam membawa nama Kota Cirebon.
PORPROV XV Jawa Barat 2026 melibatkan enam wilayah penyelenggara, yakni Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sumedang, dan Kota Bandung. Pertandingan dari puluhan cabang olahraga digelar dengan melibatkan ribuan atlet dari seluruh penjuru Jawa Barat.
Bagi Kota Cirebon, keikutsertaan dalam ajang ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi hasil pembinaan olahraga. Pemerintah daerah berharap kompetisi tersebut dapat menjadi tolok ukur dalam melihat perkembangan kemampuan atlet sekaligus mengidentifikasi potensi yang masih perlu ditingkatkan.
Effendi menegaskan, pemerintah daerah ingin agar atlet-atlet Kota Cirebon tidak hanya mampu bersaing di tingkat provinsi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melangkah ke kompetisi nasional hingga internasional.
“Terus berjuang dan berikan yang terbaik untuk Kota Cirebon. Bertandinglah dengan penuh percaya diri, tetap rendah hati, dan junjung tinggi sportivitas. Kami masyarakat dan Pemerintah Kota Cirebon tentu memberikan dukungan serta doa agar para atlet dapat meraih hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah,” tuturnya.
Melalui PORPROV XV Jawa Barat 2026, Pemkot Cirebon berharap semangat olahraga semakin berkembang di tengah masyarakat. Pembinaan atlet secara berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih, serta dukungan berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting untuk melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di level lebih tinggi.***











