Scroll untuk baca artikel
Dialog Pemilu

Gibran Akui Bakal Evaluasi Jika Ada Teguran KPU 

109
×

Gibran Akui Bakal Evaluasi Jika Ada Teguran KPU 

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka tiba di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (14/12/2023). ANTARA/Aris Wasita

SOLO – Gibran Rakabuming Raka memastikan akan melakukan evaluasi usai debat capres-cawapres yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (12/12/2023).

“Ya semua teguran dan evaluasi kami terima,” kata Gibran dikutip dari ANTARA, Kamis (14/12/2023).

Ia juga memohon maaf terkait hal itu. Meski demikian, ia enggan menjelaskan lebih jauh mengenai sikap yang dilakukannya pada saat debat.

Gibran juga enggan menanggapi debat pertama capres-cawapres tersebut.

“Terima kasih ya,” katanya.

Sebelumnya, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari mengatakan akan menyampaikan teguran kepada tim paslon yang melakukan tindakan berlebihan dalam debat Pilpres 2024.

Pada saat itu, Gibran berdiri dari duduknya untuk membangkitkan semangat penonton setelah Prabowo membelanya soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Meski demikian, hingga saat ini teguran belum disampaikan kepada yang bersangkutan.

“Saat evaluasi dan rapat persiapan debat selanjutnya akan kami sampaikan,” katanya.

Diketahui, debat calon presiden dan calon wakil presiden akan dilakukan sebanyak lima kali.

Debar pertama sudah dilaksanakan pada tanggal 12 Desember dengan tema Hukum, HAM, pemerintahan, pemberantasan korupsi, dan penguatan demokrasi.

Selanjutnya, debat kedua akan dilaksanakan pada 22 Desember dengan tema pertahanan, keamanan, geopolitik, dan hubungan internasional.

Kemudian debat ketiga diselenggarakan pada 7 Januari dengan tema ekonomi (kerakyatan dan digital), kesejahteraan sosial, investasi, perdagangan, pajak, infrastruktur, keuangan, dan pengelolaan APBN.

Untuk debat keempat pada 21 Januari 2024 dengan tema energi, sumber daya alam, pajak karbon, pangan, lingkungan hidup, dan agraria serta masyarakat adat.

Debat kelima pada 4 Februari dengan tema teknologi informasi, peningkatan pelayanan publik, hoaks, intoleransi, pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.*

TiketFest