Scroll untuk baca artikel
Berita

HSN 2023 Bupati Cirebon Beri Nama Aula Asrama Haji Tokoh Penting

137
×

HSN 2023 Bupati Cirebon Beri Nama Aula Asrama Haji Tokoh Penting

Sebarkan artikel ini
Bupati Cirebon usai melakukan penandatanganan prasasti gedung aula asrama haji KH. Abbas Abdul Jamil, di Ranggajati, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Minggu (22/10/2023). Dok. Diskominfo Kabupaten cirebon

CIREBON– Hari Santri Nasional (HSN) 2023 Bupati Cirebon Imron tanda tangani prasasti pemberian nama Gedung Aula dengan nama tokoh penting yakni KH. Abbas Abdul Jamil Asrama Haji Kabupaten Cirebon, di Lapangan Sepak Bola Ranggajati, Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Minggu (22/10/2023).

Pemberian nama ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Cirebon (Pemkab) terhadap tokoh penting yakni KH. Abbas Abdul Jamil atas lahirnya resolusi jihad.

Scroll ke bawah untuk lihat konten
Example 300x600
Advertisement

“KH. Abbas Abdul Jamil memiliki peran penting atas resolusi jihad dan beliaulah yang menjadikan hari ini sebagai Hari Santri Nasional,” kata Imron, Minggu (22/10/2023).

Imron menyampaikan, KH. Abbas merupakan sosok kiai dan tokoh masyarakat dari Kabupaten Cirebon yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara.

Pemberian nama gedung dengan nama Kiai Abbas, masih kata Imron, berkaitan dengan upaya dari pemerintah Kabupaten Cirebon, melalui Dinas Sosial yang sedang proses mengusulkan gelar pahlawan nasional bagi KH. Abbas oleh pemerintah pusat.

Pemkab Cirebon sesuai dengan SK Nomor 400.9.5/Kep 878 -Dinsos/2023 telah membentuk TP2GD (Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah) yang terdiri dari unsur tokoh masyarakat, akademisi, dan birokrat, yang diketuai oleh KH Aziz Hakim Syaerozie (Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon).

Tak hanya itu, usulan ini juga muncul dari harapan dan desakan dari masyarakat, supaya KH. Abbas, yang telah berjasa besar bagi bangsa Indonesia mendapatkan apresiasi dari negara.

“KH. Abbas adalah tokoh Cirebon yang pengaruhnya sangat luas, tidak saja bagi masyarakat Cirebon tetapi juga bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurut Imron, tanpa ada KH. Abbas, mungkin tidak ada pertempuran Surabaya yang sekarang diperingati sebagai Hari Pahlawan setiap tahunnya.

Ia menyebut, KH. Hasyim Asy’ari belum berani memutuskan waktu yang tepat untuk memulai peperangan sampai KH. Abbas datang ke Surabaya.

Penandatanganan Peresmian Aula Gedung KH. ABBAS ABDUL JAMIL, Asrama Haji Kabupaten Cirebon ini sengaja dilakukan betepatan dengan momentum hari santri.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap sosok KH Abbas Abdul Jamil,” kata Imron.
Pihak keluarga, yang diwakili oleh Kiai Mohammad Mustahdi mengaku senang dan bersyukur bahwa perjuangan kakeknya diapresiasii oleh negara.

Cucu dari KH. Abbas ini menuturkan, bahwa ia sangat yakin bahwa kakeknya tersebut, berjuang dilandasi keikhlasan dan semata-mata karena Allah SWT.

“Saya mengucapkan terima kasih pada tim pengusul, yang terus berikhtiar supaya KH. Abbas mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional,” kata Mustahdi.

Sementara itu, KH Azis H Syaerozie, Ketua TP2GD sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Cirebon menambahkan, bahwa KH. Abbas merupakan sosok penting dalam membangun Nahdtatul Ulama.

Menurut Aziz, KH. Abbas adalah teladan bagi pengurus NU, tidak saja mengenai ke-aliman tetapi juga wawasan kebangsaan dan kiprah nyata perjuangan untuk bangsa dan negara.
“Sebagai ketua TP2GD akan berusaha maksimal supaya Negara memberikan penghargaan terhadap Kiai Abbas dengan memberikan Gelar Pahlawan Nasional,” tutupnya.***(Sarrah)