Scroll untuk baca artikel
Berita

Orang Tua Tersangka Pembunuhan Anak Kandung di Tasikmalaya Terancam Pidana 15 Tahun Penjara

178
×

Orang Tua Tersangka Pembunuhan Anak Kandung di Tasikmalaya Terancam Pidana 15 Tahun Penjara

Sebarkan artikel ini
Polisi menunjukkan tersangka kasus orang tua yang membunuh anak kandungnya saat jumpa pers di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (4/12/2023). (ANTARA/HO-Pokja Polres Tasikmalaya)

TASIKMALAYA – Polres Tasikmlaya menetapkan ayah dan ibu sebagai tersangka kasus pembunuhan anak kandung berkebutuhan khusus warga Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Suhardi Heri Haryanto mengatakan, tersangka SM (50) merupakan ibu kandung, dan BK (61) ayah kandung korban warga Desa Sukaasih, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Dia menuturkan, keduanya mengaku telah melakukan penganiayaan hingga menyebabkan kematian terhadap anaknya AN (10).

Kapolres menyampaikan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terhadap kematian seorang anak berkebutuhan khusus yang dinilai tidak wajar, kemudian polisi melakukan penyelidikan dan autopsi terhadap jasad korban.

Hasil autopsi itu, kata Kapolres, menemukan beberapa luka bekas penganiayaan juga luka tusukan di bagian perut sebelah kanan korban yang diduga tembus ke bagian usus sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.

“Kekerasan itu dilakukan oleh keduanya secara bergantian di rumahnya,” ungkapnya dilansir dari ANTARA, Senin (4/12/2023).

Kapolres mengungkapkan aksi kekerasan tersangka terhadap anaknya itu berlangsung sejak Agustus sampai 12 Oktober 2023 yang dipicu karena kesal pada korban ketika akan dimandikan dan diberi makan.

“Hasil keterangan yang kita dapati, memang kedua orang tua ini memiliki temperamen yang berlebih saat mengasuh anaknya, apalagi anak itu sudah tidak diasuh mereka, ditambah korban merupakan anak berkebutuhan khusus,” katanya.

Polisi dalam penanganan kasus tersebut mengamankan barang bukti berupa foto korban saat tinggal bersama ayah angkatnya dengan kondisi terlihat sehat kemudian foto korban saat tinggal bersama kedua orang tua kandungnya yang dengan kondisinya berbeda.

Selain itu barang bukti berupa bantal dan sarung yang terdapat bekas darah, juga pakaian korban, kemudian alat yang digunakan tersangka untuk menganiaya tersangka berupa sendok, gayung, dan beberapa peralatan yang ada di rumah.

Akibat perbuatannya itu, tersangka saat ini mendekam di sel tahanan Markas Polres Tasikmalaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut dan dijerat Pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara 15 tahun.*

TiketFest