Pemkot Jaksel Mulai Operasikan Water Mist Buatan BRIN untuk Mengatasi Polusi Udara

Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin meninjau pengoperasian mesin "water mist" di atap Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (7/9/2023). (Foto: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

JAKARTA – Pemerintah Kota Jakarta Selatan telah memulai pengoperasian mesin “water mist” buatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Kamis untuk membantu mengatasi masalah polusi udara di sekitar wilayah tersebut.

“Mulai dari jam 09.00-11.00 WIB, dan dilanjutkan sore dari jam 17.00-19.00 WIB,” kata Wali Kota Jakarta Selatan (Jaksel) Munjirin saat meninjau pengoperasian mesin¬†water mist, yang dikutip dari ANTARA, Kamis (7/9/23).

Bacaan Lainnya

Dalam satu kali operasi, mesin tersebut mampu menyemprotkan sekitar 300 liter air ke udara, sehingga totalnya sekitar 600 liter air akan disemprotkan. Mesin water mist ini dipasang di Lantai 17 Gedung A Kantor Wali Kota Jakarta Selatan dan diarahkan ke udara. Mesin ini merupakan gabungan antara mesin blower dengan pipa besar yang diisi dengan air dan dilengkapi dengan tandon air berkapasitas 300 liter.

Teknisi yang bertugas mengoperasikan mesin ini harus menghidupkan mesin blower dan mesin penyemprot air. Ketika mesin ini aktif, semprotan bulir-bulir air akan keluar dari pipa besar dan mengikuti arah angin.

Munjirin menjelaskan bahwa mesin water mist yang dipasang di kantornya merupakan produk inovasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selain itu, ada teknisi khusus yang bertanggung jawab dalam pengoperasian mesin ini.

Pemilik atau pengelola gedung di Jakarta Selatan yang memiliki ketinggian di atas 20 meter atau gedung dengan 8 lantai ke atas diwajibkan memasang mesin water mist ini. Sosialisasi tentang cara mencari atau membeli mesin ini juga telah disampaikan kepada mereka. Namun, pengelola gedung lainnya juga dapat membuat sistem water mist secara mandiri.

Saat ini, baru satu mesin water mist yang telah dipasang di kawasan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Munjirin berharap bahwa ke depannya mesin ini juga akan dipasang di dua gedung lainnya yang berada di kawasan kantornya.

Dia juga mengajak seluruh pengelola gedung di Jakarta Selatan untuk mengikuti arahan ini. Jika mesin ini dioperasikan secara luas, diharapkan polusi udara di Jakarta Selatan dapat berkurang.

“Nanti kita sebar petugas dari Pemkot Jaksel, mungkin gabungan dengan Pemda DKI Jakarta, kita akan cek satu per satu gedung yang ada di Jakarta Selatan,” kata Munjirin.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Erni Pelita Fitratunnisa, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil riset, penggunaan mesin water mist dapat mengurangi kadar PM 2,5 di sekitar area uji.

PM 2,5 adalah jenis partikel yang menjadi acuan pengukuran polusi udara di seluruh dunia. Erni menambahkan bahwa penggunaan water mist memiliki jadwal operasi dua kali sehari, dengan durasi masing-masing sesi selama empat jam, dan jeda waktu antar-sesi sekitar 30 menit hingga 1 jam. Salah satu syarat penggunaan water mist adalah gedung harus memiliki ketinggian antara 20 hingga 200 meter.***

Pos terkait