BeritaCirebon

Respons Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, Disdik Minta Sekolah Perketat Pemeriksaan Makanan

894
×

Respons Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, Disdik Minta Sekolah Perketat Pemeriksaan Makanan

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon merespons kejadian dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sejumlah siswa di wilayah Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.

Scroll Untuk Lanjut Baca
Scroll Untuk Lanjut Baca

Pihak sekolah diminta meningkatkan kewaspadaan dengan memeriksa kondisi makanan secara cermat sebelum dibagikan kepada peserta didik.

Langkah tersebut ditekankan untuk mengantisipasi risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang diduga tidak layak konsumsi. 

Disdik juga mewajibkan pihak sekolah memantau perkembangan kondisi kesehatan siswa maupun tenaga pendidik yang terdampak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Handi Sogiyanto mengatakan, pemeriksaan makanan sebelum dibagikan menjadi salah satu langkah antisipasi yang perlu dilakukan oleh pihak sekolah dan guru.

Ia meminta guru tidak langsung membagikan makanan kepada siswa tanpa terlebih dahulu memperhatikan kondisi dan kelayakan menu yang diterima dari penyedia program MBG.

“Saya berharap guru-guru, sebelum (makanan) dicicipi atau dibagikan ke siswa, bisa dicek kembali. Jika ada sayur atau telur yang terasa agak asam, kalau bisa tidak usah dikonsumsi agar tidak menimbulkan dampak gejala keracunan,” tegas Handi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2026).

Menurut Handi, kewaspadaan terhadap kondisi makanan perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika makanan akan dikonsumsi oleh anak-anak di lingkungan sekolah.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi makanan yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau tidak layak dikonsumsi sebelum sampai kepada siswa.

Meski demikian, pemeriksaan oleh pihak sekolah merupakan langkah antisipasi awal dan tidak menggantikan pengujian keamanan pangan maupun penelusuran penyebab kejadian oleh instansi berwenang.

Sejumlah satuan pendidikan yang menerima dan membagikan program MBG di wilayah terdampak di antaranya SD Taman Kalijaga, SD Kalijaga Permai, TK Teratai, dan TK Harapan Bangsa.

Terkait perkembangan kasus dugaan keracunan tersebut, Handi menjelaskan bahwa data resmi mengenai jumlah korban serta kondisi terkini mereka berada dalam kewenangan Dinas Kesehatan Kota Cirebon.

Atas hal tersebut, Disdik tidak menjadi pihak yang menetapkan jumlah pasti korban. Namun, koordinasi dengan sekolah terus dilakukan untuk memastikan kondisi siswa dan tenaga pendidik tetap terpantau.

Handi menegaskan, pihaknya telah meminta sekolah agar terus memonitor perkembangan kesehatan para siswa, termasuk mereka yang sebelumnya mendapatkan penanganan medis maupun yang baru menjalani perawatan.

“Intinya saya mewajibkan sekolah untuk selalu memonitor, terutama kondisi siswa-siswanya. Sebagian besar yang sempat mendapat perawatan dilaporkan sudah banyak yang pulang, meski ada juga yang baru masuk,” ujarnya.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa pemantauan kondisi kesehatan masih diperlukan seiring adanya laporan siswa yang telah diperbolehkan pulang dan sebagian lainnya yang masih mendapatkan penanganan medis.

Disdik pun meminta pihak sekolah tidak mengabaikan perkembangan kondisi peserta didik setelah kejadian tersebut. Pemantauan diperlukan agar siswa yang masih mengalami keluhan dapat segera memperoleh perhatian dan penanganan sesuai kebutuhan.

Kejadian dugaan keracunan ini menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan pelaksanaan program MBG di lingkungan pendidikan. Selain memastikan makanan diterima dan dibagikan sesuai mekanisme, aspek keamanan serta kelayakan pangan juga perlu menjadi perhatian.

Disdik Kota Cirebon menyatakan akan terus mengawal perkembangan kejadian tersebut melalui koordinasi dengan pihak sekolah. Pengawasan terhadap kondisi siswa dan tenaga pendidik juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan kegiatan belajar mengajar.

Di sisi lain, penelusuran mengenai penyebab dugaan keracunan dan sumber makanan yang dikonsumsi para korban perlu dilakukan oleh instansi terkait agar penanganan kasus dapat berjalan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Langkah tersebut penting untuk memastikan penyebab kejadian dapat diketahui secara jelas sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan program MBG berikutnya.

Disdik berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG, mulai dari penyedia makanan hingga satuan pendidikan, dapat memperhatikan aspek keamanan pangan secara serius.

Melalui pengawasan yang lebih ketat dan koordinasi lintas instansi, pelaksanaan program MBG di Kota Cirebon diharapkan dapat berlangsung dengan aman, sementara keselamatan dan kesehatan siswa tetap menjadi prioritas utama.***