CIREBON – Mengundang jurnalis warga wilayah Cirebon Raya, Media Lintas Komunitas (MediaLink) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Penguatan Nilai-nilai Inklusivitas untuk Jurnalis Warga’ di salah satu hotel di Jalan Wahidin Kota Cirebon, Kamis (22/5/2025).
Direktur Eksekutif MediaLink, Ahmad Faisol mengatakan pihaknya fokus pada dua hal utama, yakni pentingnya peran jurnalis warga dan perubahan pola komunikasi masyarakat yang kini banyak menggunakan media sosial.
“Peran jurnalis warga ini penting, kami melihat ada persoalan yang muncul di tengah masyarakat, khususnya dengan pesatnya perkembangan media sosial,” ujarnya.
“Salah satunya adalah meningkatnya sikap eksklusif, di mana orang cenderung hanya mau berbicara dengan kelompok yang sepaham,” imbuh Faisol.
Fenomena ini, lanjut Faisol, memicu munculnya komentar-komentar yang cenderung merendahkan dan minim dialog. Oleh karena itu, MediaLink menggagas kegiatan ini untuk mendorong penguatan nilai-nilai inklusivitas dalam praktik jurnalisme warga.
“Harapannya, jurnalis warga bisa menerapkan prinsip inklusivitas dalam setiap pemberitaan, memberi perhatian kepada kelompok yang berbeda serta mendorong dialog antar masyarakat,” katanya.
Faisol menjelaskan, kegiatan serupa telah dilakukan di sejumlah kota seperti Semarang, Bandung, Garut, dan Serang. Cirebon dipilih karena memiliki kekayaan budaya dan keragaman sosial yang tinggi, sehingga nilai-nilai inklusivitas sebenarnya sudah melekat dalam kehidupan masyarakat.
“Cirebon secara kultur sangat beragam. Nilai-nilai inklusivitas sebenarnya sudah ada di sini, tinggal bagaimana jurnalis warga dapat mengangkatnya ke permukaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, seiring dengan perkembangan media sosial, sejumlah nilai positif bangsa seperti gotong royong, rukun, musyawarah, dan keterbukaan dalam berdialog mulai memudar.
“Media sosial saat ini dipenuhi oleh ujaran kebencian, polarisasi, dan praktik bullying. Kami ingin agar jurnalis warga di Cirebon bisa menghadirkan narasi-narasi positif, agar media sosial tidak hanya diisi oleh berita negatif,” tandasnya.***











