Berita

Dialog Publik SMSI Kota Cirebon: OJK, BI, dan Pemkot Bersinergi Bangun Ekonomi Daerah

921
×

Dialog Publik SMSI Kota Cirebon: OJK, BI, dan Pemkot Bersinergi Bangun Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Upaya mendorong kemandirian ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Berangkat dari semangat tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cirebon menggelar Dialog Publik bertema “Kemandirian Ekonomi, Tantangan dan Peluang Masa Depan Kota Cirebon” di Ruang Adipura Kencana Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-599 Cirebon ini terselenggara atas kerja sama SMSI Kota Cirebon dengan Pemerintah Kota Cirebon, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon.

Dialog publik tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, dan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Fickry Widya Nugraha.

Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Cirebon turut hadir sebagai peserta dan mengikuti jalannya diskusi secara antusias.

Ketua SMSI Kota Cirebon, Mastari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata insan pers kepada Kota Cirebon dalam momentum Hari Jadi ke-599.

Menurutnya, media tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi jembatan edukasi dan ruang diskusi yang mampu melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Melalui dialog publik ini kami ingin memberikan sumbangsih kepada Kota Cirebon. Kami berharap forum seperti ini dapat menjadi wadah bertukar gagasan sekaligus melahirkan pemikiran-pemikiran yang bermanfaat bagi pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.

Mastari berharap, melalui dialog publik ini, SMSI Kota Cirebon berharap sinergi antara pemerintah, regulator, media, dunia pendidikan, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam membangun kemandirian ekonomi daerah yang berkelanjutan serta mampu menjawab tantangan masa depan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman mengapresiasi inisiatif SMSI yang menghadirkan ruang diskusi publik dengan melibatkan pemerintah, regulator sektor jasa keuangan, perbankan, serta kalangan akademisi.

Menurutnya, forum seperti ini perlu lebih sering diselenggarakan karena memiliki nilai edukatif yang tinggi, khususnya bagi generasi muda yang akan menjadi pelaku pembangunan di masa mendatang.

“Saya mengapresiasi teman-teman SMSI yang telah menyelenggarakan dialog publik ini. Dengan menghadirkan narasumber dari OJK, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah, kegiatan ini menjadi ruang edukasi yang sangat baik bagi masyarakat, khususnya mahasiswa,” kata Iing.

Ia menilai materi yang disampaikan, terutama mengenai literasi keuangan, sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, akses terhadap layanan keuangan, hingga pengembangan usaha menjadi bekal penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi.

“Tadi juga ada materi tentang literasi keuangan. Ini penting agar masyarakat semakin sadar dan semakin melek terhadap pengelolaan keuangan. Saya melihat para mahasiswa juga sangat interaktif dengan banyak pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber,” ungkapnya.

Antusiasme peserta juga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi berlangsung. Berbagai isu mulai dari penguatan UMKM, akses pembiayaan, hingga peluang pengembangan ekonomi lokal menjadi topik yang mendapat perhatian.

Salah seorang peserta, Siti Nur Asih, mahasiswa Universitas Bunga Bangsa Cirebon mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti dialog publik tersebut.

Menurutnya, materi yang disampaikan para narasumber membuka pemahamannya mengenai pentingnya penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

“Kesannya sangat menarik sekali. Kegiatan ini membuat kami lebih melek tentang bagaimana cara meningkatkan UMKM di Kota Cirebon, khususnya melalui dukungan literasi keuangan dan pengembangan usaha,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Cirebon bersama Bank Indonesia dan OJK terus memperkuat pendampingan terhadap para pelaku UMKM agar mampu berkembang, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Kota Cirebon.***