BisnisCirebon

Terbukti Dongkrak Okupansi Hotel hingga 80 Persen, PHRI : Perbanyak Event Olahraga di Cirebon 

951
×

Terbukti Dongkrak Okupansi Hotel hingga 80 Persen, PHRI : Perbanyak Event Olahraga di Cirebon 

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon mendorong Pemerintah Kota Cirebon untuk memperbanyak penyelenggaraan event olahraga berskala regional, provinsi hingga nasional. 

Pasalnya, berbagai ajang olahraga yang digelar di Kota Cirebon terbukti mampu mendongkrak tingkat hunian atau okupansi hotel serta memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Ketua PHRI Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki, mengatakan momentum penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni Daerah Perbatasan (PORSENITAS) XIII Tahun 2026 menjadi salah satu bukti nyata bahwa event olahraga mampu meningkatkan okupansi hotel secara signifikan.

Menurutnya, selama pertengahan Juni 2026, rata-rata tingkat hunian hotel di Kota Cirebon mencapai 70 hingga 80 persen. Angka tersebut bahkan terus bertahan pada pekan pertama dan kedua Juli 2026 dengan okupansi menyentuh 80 persen, didorong pula oleh momentum libur sekolah.

“Kami bersyukur event olahraga mampu meningkatkan okupansi hotel pada bulan Juni dan Juli. Ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi pelaku usaha perhotelan di Kota Cirebon,” ujar Kiki, sapaan akrab Imam Reza Hakiki, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, selama PORSENITAS berlangsung, hotel-hotel di Kota Cirebon dipenuhi tamu dari berbagai daerah peserta, seperti Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Brebes hingga Kabupaten Cilacap.

Menurut Kiki, para tamu tersebut merupakan bagian dari kontingen yang berasal dari sepuluh pemerintah daerah di kawasan perbatasan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Mayoritas tamu berasal dari daerah peserta PORSENITAS yang tergabung dalam wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah,” katanya.

Menariknya, meski pelaksanaan PORSENITAS hanya berlangsung sekitar lima hari, banyak peserta dan rombongan yang memilih memperpanjang masa menginap hingga hampir sepekan. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk menikmati berbagai destinasi wisata, kuliner, hingga pusat oleh-oleh khas Kota Cirebon.

Hal tersebut, kata Kiki, memberikan efek berganda (multiplier effect) tidak hanya bagi hotel, tetapi juga sektor restoran, UMKM, transportasi, hingga destinasi wisata.

Selain terdongkrak oleh event olahraga, okupansi hotel juga meningkat selama musim libur sekolah. Sebagian besar tamu berasal dari Bandung dan Jakarta yang menjadikan Kota Cirebon sebagai kota persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Libur sekolah juga memberikan dampak signifikan terhadap okupansi hotel. Banyak tamu dari Bandung dan Jakarta yang menjadikan Kota Cirebon sebagai kota transit sebelum melanjutkan perjalanan,” ungkapnya.

Melihat besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan, PHRI Kota Cirebon berharap pemerintah daerah semakin agresif menghadirkan berbagai event olahraga secara rutin.

Menurut Kiki, semakin banyak kejuaraan olahraga digelar di Kota Cirebon, semakin besar pula peluang meningkatnya kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel.

“Ke depan kami berharap Pemerintah Kota Cirebon lebih banyak menghadirkan event olahraga tingkat Jawa Barat maupun nasional. Selain mengangkat nama daerah, kegiatan seperti ini terbukti mampu menggerakkan sektor perhotelan, restoran, pariwisata hingga ekonomi masyarakat secara keseluruhan,” tegasnya.

PHRI menilai penyelenggaraan event olahraga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kunjungan wisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay), serta memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal melalui meningkatnya aktivitas di sektor jasa dan pariwisata.***