Scroll untuk baca artikel
BeritaCirebon

Ada Perubahan Jadwal Pemberangkatan Kloter Haji Kabupaten Cirebon

288
×

Ada Perubahan Jadwal Pemberangkatan Kloter Haji Kabupaten Cirebon

Sebarkan artikel ini

CIREBON– Kelompok terbang (Kloter) haji Kabupaten Cirebon mengalami perubahan jadwal pemberangkatan. Hal ini karena kendala teknis.

Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon, Saefuddin Jazuli melalui Analis dan Informasi Haji Umroh Kabupaten Cirebon H Haryanto menyampaikan, kemenag Jawa Barat telah berkoordinasi dengan pihak penerbangan untuk melakukan perubahan jadwal keberangkatan.

Akibat kendala teknis pesawat yang ditumpangi calon jemaah haji kloter 41, kloter 46 hingga kloter 64 mengalami pergeseran. Dari 18 kloter tersebut, ada kloter yang mengalami keterlambatan keberangkatan. Namun ada pula sejumlah kloter yang justru maju dari jadwal keberangkatan.

“Ada beberapa revisi jadwal penerbangan. Jadi embarkasi mengikuti jadwal dari pihak penerbangan, katanya karena kendala tekhnis,” ujarnya.

Diketahui, Kloter yang mengalami perubahan jadwal pemberangkatan yakni kloter 18 yang seharusnya berangkat pada 27 Mei 2024 menjadi 28 Mei 2024. Berikutnya Kloter 22 yang akan berangkat pada Sabtu 01 Juni 2024. 

Kloter selanjutnya yakni Kloter 27 yang akan berangkat pada Kamis 06 Juni 2024, selanjutnya Kloter 29 yang akan berangkat pada Sabtu 08 Juni 2024 dan kloter terakhir Kabupaten Cirebon ialah Kloter 30 yang akan berangkat pada Minggu 09 Juni 2024.

Selain itu, lanjutnya, ada yang berbeda dalam penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. 

Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kartu pintar (smart card) untuk dibagikan kepada jemaah haji, sekaligus sebagai akses mengikuti rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Kebijakan penggunaan smart card baru diterapkan tahun ini oleh Pemerintah Arab Saudi. Nah, ini harus diikuti oleh jemaah Indonesia,”ujar Haryanto mengutip perkataan Juru Bicara Kementerian Agama Republik Indonesia.

Jemaah haji Indonesia, diminta membawa smart card selama berada di Tanah Suci, terutama pada puncak haji di Armuzna.

“Smart card adalah kartu yang nanti akan dipakai oleh jemaah haji ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Setiap jemaah ke Armuzna, wajib memakainya,” jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau agar ketua kloter, ketua rombongan dan ketua regu, termasuk juga jemaah, bertanggung jawab memastikan kartu tidak hilang dan menjaga sebaik mungkin.

“Kami memberikan imbauan ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan jemaah agar bisa menjaganya sebaik mungkin. Jangan sampai hilang,” imbaunya.

Smart card ini didistribusikan melalui Kepala Sektor untuk diberikan kepada ketua kloter. Mereka yang akan membagikan smart card kepada jemaah melalui ketua rombongan.

“Smart card ini merupakan implementasi pelaksanaan peraturan Arab Saudi yang mengeluarkan fatwa bahwa orang yang berhaji tanpa izin hukumnya berdosa.

Nah itu (smart card) sama dengan izin (berhaji),”jelasnya.

Lebih lanjut, pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan cadangan kartu bagi jemaah apabila kehilangan smart card. Namun jumlahnya sangat terbatas.

“Kartu smart card didominasi warna coklat dan putih. Pada bagian depan terdapat foto dan data profil jemaah. Di sana juga terdapat barcode yang bisa dipindai untuk mengetahui data jemaah,”tambah Haryanto.*** (via)

TiketFest