CirebonOlahraga

Cirebon Dipadati Ratusan Rider Trail, Ajang TSJN ke-16 Angkat Pariwisata Daerah

876
×

Cirebon Dipadati Ratusan Rider Trail, Ajang TSJN ke-16 Angkat Pariwisata Daerah

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Deru mesin motor trail menggema di Cirebon. Ratusan pecinta motor trail Suzuki TS 125 dari berbagai daerah memadati Kota Udang dalam gelaran TS Jabar Ngahiji (TSJN) ke-16, ajang tahunan yang mempertemukan komunitas trail dari berbagai wilayah.

Mendapat mandat langsung dari TS Jabar, Cirebon sukses menjadi tuan rumah event bergengsi tersebut. Tak kurang dari 700 peserta resmi mendaftar dan ikut ambil bagian dalam kegiatan yang didukung berbagai pihak serta sponsor.

Bukan sekadar ajang berkumpul, TSJN ke-16 menjadi wadah silaturahmi para penghobi motor trail sekaligus momentum memperkenalkan potensi wisata daerah Cirebon.

Panitia menyiapkan dua pilihan jalur yang bisa dipilih peserta, yakni jalur offroad sepanjang 25 kilometer bagi para penunggang yang ingin menguji adrenalin dengan medan menantang, serta jalur wisata sepanjang 45 kilometer pulang-pergi yang menawarkan pengalaman menjelajah keindahan alam Cirebon.

Rute perjalanan dimulai dari BerTI Nggrogong, kemudian menuju kawasan Setu dan kembali finis di lokasi awal. Dalam perjalanan, peserta diajak menikmati sejumlah destinasi lokal seperti Setu Patok hingga Situs Sumur 7 yang dikenal sebagai salah satu lokasi wisata dengan panorama mirip Grand Canyon versi Cirebon.

“Kami ingin memperkenalkan potensi wisata Cirebon. Melalui jalur ini, para peserta bisa melihat langsung indahnya Setu Patok hingga Grand Canyon-nya Cirebon,” ujar Kuncung, Komunitas Trail TS 125 Megamendung Cirebon sekaligus panitia TSJN ke-16.

Demi menjaga keamanan dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung, panitia menerapkan sistem pelepasan peserta secara berkelompok berdasarkan komunitas asal. Peserta tidak dilepas satu per satu, melainkan dalam rombongan wilayah seperti Tasikmalaya, Subang, Garut, dan daerah lainnya.

Sistem tersebut dinilai mampu menjaga ketertiban lalu lintas sekaligus memperlihatkan kekompakan setiap komunitas sejak garis start.

“Melalui sistem rombongan, perjalanan lebih tertib dan tetap seru karena solidaritas antar komunitas terlihat,” kata panitia.

Meski tidak mengusung konsep perlombaan atau adu kecepatan, suasana TSJN ke-16 tetap berlangsung meriah. Panitia menghadirkan berbagai hiburan, permainan, serta pembagian doorprize menarik bagi peserta di area finis.

Antusiasme peserta pun datang dari berbagai daerah. Selain komunitas dari Jawa Barat seperti Tasikmalaya, Bandung, Sukabumi, dan Garut, kegiatan ini juga diikuti komunitas dari luar daerah seperti Wonosobo, Kudus, Jepara, hingga daerah lainnya.

Bahkan sejumlah peserta dari luar pulau seperti Lampung dan Kalimantan tetap memberikan dukungan melalui pendaftaran meski belum bisa hadir langsung.

Melalui TS Jabar Ngahiji ke-16, Cirebon tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya komunitas trail, tetapi juga menjadi panggung untuk mengenalkan wisata alam dan memperkuat persaudaraan antarpecinta motor trail di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Komunitas Trail TS 125 Megamendung Cirebon dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cirebon.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IJTI Cirebon Raya, Kholid Mawardi, menyampaikan kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan pariwisata di Cirebon melalui event berbasis komunitas.

“Selain menjadi ajang olahraga otomotif, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana promosi potensi wisata daerah sekaligus menarik kunjungan wisatawan ke Cirebon.***