BeritaBisnisCirebon

Hangat Jelang Ramadan, OJK Cirebon Ajak Media Perkuat Literasi Keuangan

861
×

Hangat Jelang Ramadan, OJK Cirebon Ajak Media Perkuat Literasi Keuangan

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar seresehan dan doa bersama insan media se-Cirebon dan sekitarnya. 

Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi bersama atas peran strategis media dalam mendukung literasi dan perlindungan konsumen sektor jasa keuangan.

Acara yang berlangsung di Aula Pangeran Cakrabuana, Lantai 3 Gedung Kantor OJK Cirebon, Jumat malam (6/2/2026), diawali dengan makan malam bersama dalam suasana hangat dan penuh keakraban. 

Percakapan ringan, tawa, dan diskusi santai mewarnai kebersamaan antara jajaran OJK dan para jurnalis, mencerminkan hubungan kemitraan yang terus dibangun secara terbuka dan humanis.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa seresehan ini tidak sekadar agenda rutin menjelang Ramadan, melainkan menjadi forum dialog yang penting untuk saling bertukar pandangan.

“Seresehan ini kami jadikan wadah untuk menyerap masukan dari rekan-rekan media. Media adalah mitra strategis OJK dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat,” ujar Agus.

Menurutnya, peran media sangat krusial dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Melalui pemberitaan yang tepat, masyarakat dapat memahami kebijakan, program, serta layanan jasa keuangan, sekaligus terhindar dari praktik-praktik yang merugikan.

Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama, menciptakan suasana khidmat dan penuh harapan agar sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan membawa keberkahan, khususnya dalam menyambut Ramadan.

“Kami berharap kemitraan antara OJK Cirebon dan insan pers terus terjaga, dilandasi rasa saling percaya, demi mendukung terciptanya ekosistem jasa keuangan yang sehat dan inklusif di wilayah Cirebon dan sekitarnya,” pungkas Agus.

Di sisi lain, OJK Cirebon juga mengungkap potret persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Sepanjang Januari 2026, tercatat sebanyak 266 pengaduan masuk ke OJK Cirebon. 

Pengaduan tersebut didominasi persoalan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), disusul kasus penipuan serta penyalahgunaan data pribadi.

Agus merinci, dari total pengaduan tersebut, sebanyak 121 berasal dari warga Kabupaten Cirebon, 83 dari Kota Cirebon, dan 27 dari Kabupaten Indramayu.

“Paling banyak memang berasal dari Kabupaten Cirebon,” kata Agus.

Ia menjelaskan, mayoritas pengaduan terkait SLIK muncul ketika masyarakat mengalami kendala pengajuan kredit. Selain itu, banyak pula laporan penipuan dengan modus iming-iming keuntungan besar, serta penyalahgunaan data pribadi untuk pembukaan akun atau fasilitas keuangan tanpa sepengetahuan pemilik data.

“Jenis pengaduannya sangat beragam. Hampir setiap pengaduan diawali dengan luapan emosi dari masyarakat kepada petugas kami, dan itu hal yang lumrah,” ungkapnya.

Namun demikian, setelah diberikan penjelasan berdasarkan aturan yang berlaku, emosi pelapor umumnya mereda. Petugas OJK kemudian berupaya mencarikan solusi yang adil, baik bagi nasabah maupun industri jasa keuangan. Setiap masukan juga menjadi bahan evaluasi bagi OJK untuk perbaikan layanan ke depan.

Agus pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan menjaga data pribadi seperti KTP dan Kartu Keluarga. Menurutnya, banyak pengaduan bermula dari kelalaian dalam menjaga data tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat agar data pribadi dijaga dengan baik dan tidak digunakan untuk kepentingan orang lain, karena dampaknya bisa sangat merugikan,” tegasnya.

Untuk memudahkan akses layanan, OJK Cirebon mendorong masyarakat memanfaatkan kanal digital. Informasi dan pengecekan SLIK dapat dilakukan secara daring melalui https://idebku.ojk.go.id. 

Sementara itu, korban penipuan atau scam dapat melapor melalui https://iasc.ojk.go.id, dan pengaduan terkait penyalahgunaan data dapat diakses di https://kontak157.ojk.go.id/appkpublicportal/.

“Kami sudah menyediakan berbagai layanan online yang bisa dimanfaatkan masyarakat kapan saja,” tutup Agus.***