Scroll untuk baca artikel
Dialog Pemilu

Isi Kuliah Kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Ganjar Pranowo Bahas Soal KKN

292
×

Isi Kuliah Kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Ganjar Pranowo Bahas Soal KKN

Sebarkan artikel ini
Capres no urut 3 Ganjar Pranowo saat mengisi materi kuliah kebangsaan di UMC, Jumat (8/12/2023). Foto: Dialog/Sarrah

CIREBON– Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengisi kuliah kebangsaan dengan tema “Ganjar-Mahfud bersama milenial mencerdaskan pendidikan politik bagi pemilih muda” di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Jumat (8/12/2023).

Ganjar tiba sekira pukul 16.54 WIB dan disambut ribuan mahasiswa UMC.

Pria kelahiran 1968 tersebut menyampaikan sejumlah materi mulai dari pro kontra Pemilu sebagai hal wajar, hingga Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

“Pro kontra dalam pemilu itu wajar, makanya di sini saya siap hadir untuk diskusi dan tanya jawab,” kata Ganjar.

Ia menyebutkan, kampus menjadi tempat terbaik yang netral untuk melakukan diskusi dan tanya jawab persoalan Pemilu.

“Kampus itu zona netral, dan debat paling bagus di kampus,” ujarnya.

Selain bahas soal zona netral, Ganjar membahas soal KKN.

“KKN itu pada tahun 98 mahasiswa banyak jadi korbannya karena persoalan korupsi, kolusi, nepotisme,” sebutnya.

Setelah mempercepat pertumbuhan tanah air setelah menjadi unggul, kata Ganjar perlu memperkuat hukum.

“Artinya mari sikat KKN, buat pertumbuhan ekonomi tinggi,” tegasnya.

“Contohnya adalah mahasiswa yang mau masuk kampus ada pungutan tinggi, itu cukup merugikan kan,” imbuhnya.

Maka, lanjutnya, apabila Indonesia terbebas dari KKN akan mempengaruhi Perception Index.

“Perception Index Corruption atau Indeks Persepsi Korupsi kita ada di urutan ke 4 setelah Singapura dengan 5 poin, Malaysia 61 poin, Thailand 101 poin, dan Indonesia 110 poin,” jelasnya.

Korupsi jadi beban berat bangsa ini, tekan Ganjar, dan seharusnya Indonesia bisa terbebas dari korupsi dengan menghentaskan korupsi.

“2045 gemilang bisa dicapai tentu dengan komitmen-komitmen yang tinggi,” tutupnya.***

TiketFest