Scroll untuk baca artikel
Dialog Pemilu

Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman Bicara Pemimpin Masa Depan dan TNI AD

343
×

Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman Bicara Pemimpin Masa Depan dan TNI AD

Sebarkan artikel ini
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) tahun 2021-2023, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman. Foto: Instagram @dudung_abdurachman

JAKARTA – Tahun politik 2024 ini, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) tahun 2021-2023, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menyampaikan pandangan terkait pemimpin di masa mendatang.

Menurut Dudung, saat ini malasah yang krusial adalah geopolitik dan geostrategi, seperti terjadinya perang Ukraina. Termasuk, terjadinya ketegangan antara China dengan Amerika.

“Perlu sosok-sosok yang memang harus bisa menjaga persatuan dan kesatuan, karena itu penting,” ucap Dudung dalam program Ngopi yang disiarkan KompasTV, Sabtu (13/1/2024).

Ia mengatakan, di Timur Tengah, Irak, Iran, Libya, Lebanon, Syria, Afganistan Yaman dan Mesir itu satu agama satu daratan tetapi terjadi konflik yang berkepanjangan. Artinya, persatuan ini harus dijaga. Indonesia, 17 ribu pulau, enam agama dan berbeda-beda suku. Ini yang harus dijaga.

Oleh karena itu, cari sosok pemimpin yang pemersatu, tetap selain itu cari juga yang jagoan, petarung dan pemberani dalam mengambil keputusan.

“Pemimpin itu harus berani mengambil keputusan, kalau benar itu bagus. Tapi kalau salah, itu masih bagus dari pada tidak mengambil keputusan sama sekali. Itu pemimpin,” ujarnya.

Pemimpin ke depan diharapakan adalah yang kuat, tidak lagi memikirkan kelompok, maupun golongannya. Tetapi, pemimpin yang memikirkan bangsa dan negaranya untuk semakin maju.

Harapan untuk Bangsa dan Negara

Dudung berharap, bahwa situasi politik saat ini, dengan adanya Pemilu, yang penting pondasinya adalah kebhinekaan, tiangnya adalah persatuan dan kesatuan, atapnya adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Dudung, bangsa ini didirikan tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena penuh dengan pengorbanan, cucuran darah dan air mata oleh para pejuang-pejuang.

“Maka, persatuan dan kesatuan harus dijaga,” tegasnya.

Dudung mengungkapkan, bangsa ini sudah maju di era kepemimpinan Joko Widodo. Hal itu, menurut Dudung, harus dilanjutkan, sehingga bangsa ini akan semakin maju dan mampu bersaing dengan negara-negara maju.

“Ke depan, tahun 2045 akan ada bonus demografi, ini yang menjadi harapan bagi kita semua. Anak-anak muda mari kita bangkit dan mari berjuang demi kemajuan bangsa dan negara kita,” ujarnya.

TNI AD di bawah Kepemimpinan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak

Dalam kesempatan tersebut, Dudung mengungkapkan pandangannya terhadap sososk yang kini memimpin TNI AD, yakni Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

“Pak Maruli itu kader saya juga, saya sangat dekat dengan dia, banyak bercandanya. Disamping, profesional di bidang kemiliteran dan mencintai prajuritnya, Pak Maruli ini peduli terhadap rakyat,” ungkapnya.

Menurut Dudung, jarang pimpinan yang seperti Jenderal Maruli, contohnya bikin pompa air untuk rakyat.

“Waktu saya menjabat sebagai Kasad ada program yang “membumi” yakni Babinsa masuk dapur warga. Kalau ada rakyat yang masih kelaparan dan genteng rumahnya bocor, saya langsung minta Babinsa keliling,” ucapnya.

“Jadi Babinsa itu masuk ke rumah warga dengan membawa beras, makanan. Jadi saya dengan Pak Maruli ini klop, programnya berdampak langsung ke masyarakat,” imbuh Dudung.

Dudung mengungkapkan, iamerasa puas menjadi Kasad, terutama masalah kesejahteraan prajurit dan masih ada beberapa hal yang akan dilanjutkan.

“Saya Pak Maruli ini dengan saya ini sebelas dua belas, tidak jauh beda. Beliau itu sampai sekarang masih telepon saya minta petunjuk, bimbingan dan arahan, itu luar biasa,” katanya.

“Saya berharap banyak bahwa TNI AD akan maju dipimpin oleh Pak Maruli,” sambungnya.

Dudung menyampaikan terima kasih, selama ia berdinas sebagai Kasad, begitu besar kontribusi masyarakat terhadap TNI AD. Sehingga, temanya hanya satu yakni TNI AD di hati rakyat.

Ada Panggilan Negara, Dudung Siap

Di talkshow tersebut, muncul pertanyaan: jika ada panggilan negera untuk kembali mengabdi, apakah Dudung Abdurachman akan melaksanakannya?

Pada kesempatan tersebut, Dudung mengatakan, jabatan merupakan amanah dari yang maha kuasa.

“Artinya, kita datang ke sini karena Tuhan, Tuhan itu sudah memilih apa yang kita alami, tinggal kita memilih apa yang kita lakukan,” ucapnya.

Jika Dudung mendapat kepercayaan dari pimpinan pemerintahan, ia akan melaksanakannya.

“(Kepercayaan pimpinan) akan saya laksanakan dengan sepenuh hati, apapun jabatannya,” ujar Dudung.

Ia mengaku, tidak pernah bermimpi dan berharap tentang jabatan.

“Hal yang tidak mungkin itu bisa menjadi mungkin, yang penting kerja dengan tulus ikhlas dan loyalitas tegak lurus kepada pimpinan,” tandasnya.***

TiketFest