Scroll untuk baca artikel
Cirebon

Kasus Kebakaran di Kota Cirebon Meningkat Selama 2023

366
×

Kasus Kebakaran di Kota Cirebon Meningkat Selama 2023

Sebarkan artikel ini
Kebakaran yang terjadi di gudang rongsok di Jalan Kapten Samadikun Kesenden, Jumat (20/10/2023). Foto: Dialog/Sakti

CIREBON – Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon mencatat sebanyak 98 kasus kebakaran terjadi sepanjang 2023 di daerahnya. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2022 yang hanya mencapai 61 kasus.

Kepala Seksie Kesiapsiagaan, Operasi, dan Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cirebon, Nurjaman mengatakan, sepanjang 2023 sendiri kasus kebakaran meningkat sebanyak 37 kasus.

“Untuk 2023 sendiri telah terjadi kebakaran sebanyak 98 kasus kebakaran, jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2022 sebanyak 61 kasus,” katanya, Kamis (28/12/2023).

Dirinya melanjutkan, meningkatnya jumlah kebakaran tersebut dikarenakan musim kemarau yang berkepanjangan.

“Karena memang mayoritas yang terbakar ini lahan kosong yang saat musim panas cepat sekali terbakar,” lanjutnya.

Ia menuturkan, selain musim kemarau, faktor kelalaian masyarakat masih menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran.

“Masih banyak masyarakat yang lalai, contohnya adalah membakar sampah tanpa memperhatikan sekitarnya, yang berdampak pada merambatnya api sehingga menjadi besar,” tuturnya.

Nurjaman mengungkapkan, potensi rawan kebakaran sendiri di xdaerah Kecamatan Lemahwungkuk.

“Di daerah Lemahwungkuk itu rawan, contohnya di Cangkol dan Kesunean, rawannya karena jenis bangunannya masih banyak yang kayu, dan juga saling berdempetan sehingga api dengan gampang merambat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari 98 kasus yang terjadi selama 2023, kebakaran yang paling sulit adalah kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur Cirebon.

“Hal ini dikarenakan lokasi kebakaran bukan material bangunan akan tetapi sampah yang memerlukan penanganan yang berbeda, waktu itu kebakaran sampai dua minggu,” jelasnya.*(Sakti)

TiketFest