Dialog Pemilu

Pengamat Sebut Prabowo Harus Lepas Kesan ‘Gemoy’ saat Kampanye ke Daerah

665
×

Pengamat Sebut Prabowo Harus Lepas Kesan ‘Gemoy’ saat Kampanye ke Daerah

Sebarkan artikel ini
Capres-Cawapres nomad urut 2, Prabowo Subianto (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (kanan). Foto: IG @prabowo

JAKARTA – Pengamat politik Universitas Indonesia Cecep Hidayat mengatakan, Prabowo Subianto harus melepaskan gimik “gemoy” saat berkampanye ke daerah.

“Gimik itu tentunya harus dilepaskan karena mereka (Prabowo-Gibran) hendak berhadapan dengan audiens yang berbeda. Prabowo kemudian Gibran itu harus menggunakan strategi yang berbeda,” kata Cecep dilansir dari ANTARA, Sabtu (2/12/2023).

Menurut Cecep, pendekatan tersebut hanya bekerja ketika pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ingin menarik simpatisan kelompok muda.

Pendekatan itu tidak bisa dipakai ketika berhadapan dengan massa di daerah, terlebih jika Prabowo bertemu dengan para pemuka agama, seperti kiai.

“Itu kemudian kan itu tidak efektif ketika bertemu dengan kiai, harus menempatkan diri,” jelas Cecep.

Terkait pemilihan lokasi perdana kampanye, yakni Jawa Barat, Sabtu, Cecep mengatakan Prabowo memang mengincar Jawa Barat selaku daerah dengan jumlah pemilih terbesar di Pulau Jawa.

Jumlah penduduk Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 270 juta, yang 204 juta di antaranya memiliki hak untuk memilih pada Pemilu 2024. Kemudian, 60 persen dari 204 juta pemilih itu berada di Pulau Jawa; sehingga Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak.

“Terbesar adalah Jawa Barat kemudian disusul Jawa Timur dan Jawa Tengah,” tambahnya.

Dengan dikuasainya mayoritas dukungan di Pulau Jawa, Cecep memperkirakan langkah Prabowo-Gibran untuk memenangi Pilpres 2024 menjadi mudah.*