BeritaCirebon

Usai Lama Tak Beroperasi, Microlibrary Alun-alun Kejaksan Cirebon Segera Dibuka Kembali

587
×

Usai Lama Tak Beroperasi, Microlibrary Alun-alun Kejaksan Cirebon Segera Dibuka Kembali

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Setelah bertahun-tahun tidak beroperasi, Microlibrary atau perpustakaan mini di Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon kini bersiap kembali melayani masyarakat. 

Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip tengah menuntaskan berbagai pembenahan agar fasilitas literasi tersebut dapat segera diaktifkan kembali.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Cirebon, Mastara, mengungkapkan bahwa proses revitalisasi perpustakaan mini tersebut sudah mencapai sekitar 90 persen. Berbagai perbaikan dilakukan untuk menciptakan ruang baca yang nyaman dan ramah bagi pengunjung.

“Perbaikannya sudah hampir selesai. Mulai dari pengecatan, pemasangan air conditioner (AC), hingga perbaikan sejumlah titik yang sebelumnya mengalami kebocoran,” ujar Mastara, Selasa (9/6/2026).

Tak hanya bagian dalam bangunan yang dipercantik, area sekitar perpustakaan juga mendapat sentuhan penataan lingkungan. Berbagai tanaman telah ditambahkan untuk menciptakan suasana yang lebih asri dan nyaman bagi pengunjung.

Menurut Mastara, tahap yang tersisa saat ini adalah penataan koleksi buku yang akan mengisi rak-rak perpustakaan. Proses tersebut ditargetkan rampung dalam pekan ini.

“Tanaman di sekitar lokasi sudah ditata. Tinggal penyusunan buku-buku yang akan ditempatkan di dalam perpustakaan,” katanya.

Reaktivasi Microlibrary Alun-alun Kejaksan menjadi salah satu program yang telah lama diupayakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip. Pasalnya, fasilitas tersebut sudah beberapa tahun tidak berfungsi dan kehilangan perannya sebagai ruang literasi publik.

Mastara berharap kehadiran kembali perpustakaan mini ini dapat menjadi sarana edukasi yang mudah diakses masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga yang berkunjung ke Alun-alun Kejaksan.

“Saya ingin perpustakaan ini kembali hidup sebagai pusat edukasi masyarakat Kota Cirebon. Apalagi lokasinya berdampingan dengan area bermain anak, sehingga mereka bisa belajar terlebih dahulu lalu bermain bersama keluarga,” tuturnya.

Dinas Perpustakaan dan Arsip juga menargetkan keberadaan Microlibrary dapat menjadi pemantik meningkatnya budaya membaca di Kota Cirebon. Menurut Mastara, minat baca masyarakat saat ini masih belum merata sehingga diperlukan berbagai upaya untuk mendekatkan buku kepada publik.

“Perpustakaan ini diharapkan menjadi trigger atau pemicu tumbuhnya minat baca masyarakat. Saat ini kami juga sedang menginventarisasi buku-buku yang nantinya akan dipajang dan dapat dibaca oleh pengunjung,” jelasnya.

Dalam proses persiapan, pihaknya juga menghadapi tantangan terkait kondisi koleksi buku lama yang sebagian besar sudah rusak akibat serangan rayap.

“Banyak buku yang sebelumnya sudah tidak utuh karena dimakan rayap. Karena itu selain memperbaiki sarana dan prasarana, kami juga melakukan fumigasi atau penyemprotan anti-rayap. Di Cirebon perkembangan rayap cukup cepat sehingga perlu penanganan khusus,” ungkapnya.

Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, Microlibrary Alun-alun Kejaksan akan resmi diluncurkan setelah rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 selesai digelar.

Kehadiran kembali perpustakaan mini ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar, rekreasi edukatif, dan pusat aktivitas literasi yang mampu menarik minat generasi muda untuk lebih dekat dengan buku di tengah perkembangan era digital. ***(Sakti)