CIREBON – Upaya kaderisasi tahap kedua, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) menginisiasi program inovatif berupa pojok baca yang didirikan di RW 15 Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
Program ini tak hanya bertujuan sebagai pengenalan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru, tetapi juga mengajak mereka untuk mengamalkan poin ketiga dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian kepada Masyarakat.
Pojok baca ini bertujuan menjadi wadah bagi masyarakat setempat—baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa—untuk meningkatkan minat baca dan mendukung penerapan budaya literasi sejak dini.
Melalui program ini, Sala Ketua BEM Fakultas Teknik UGJ berharap dapat memfasilitasi mahasiswa baru agar lebih siap menghadapi dunia perkuliahan dan merealisasikan lima peran utama mahasiswa, yaitu sebagai agen perubahan, moral, sosial, dan inovasi serta sebagai calon pemimpin.
“Secara langsung, program ini juga diharapkan dapat memberi dampak positif pada masyarakat, khususnya di lingkungan RW. 15 Kelurahan Kalijaga,” ucapnya, Sabtu (9/11/2024) pada Dialog Indonesia.

Program ini juga berkolaborasi dengan Perpustakaan UGJ yang menjadi kunci sukses dalam pembentukan pojok baca ini, serta bekerjasama dengan TGK Taekwang dalam hal pendanaan yang sangat membantu dalam terselenggaranya program ini. Pojok Baca secara resmi diluncurkan dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Indra Riawan, S.Kom., M.T.I., dari Tim Supervisi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Kepala Perpustakaan Unit Fakultas Teknik, Kepala Perpustakaan Sekolah Pascasarjana, serta pustakawan UGJ dan Fakultas Kedokteran. Dukungan ini menegaskan komitmen UGJ dalam memperkuat budaya literasi di kalangan masyarakat Cirebon.
Pojok baca ini dirancang agar dapat menjadi bagian penting dari program pembinaan literasi yang dikelola langsung oleh Perpustakaan UGJ. Seiring berjalannya waktu, pojok baca diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan literasi yang produktif, mulai dari membaca bersama, diskusi buku, hingga pelatihan literasi digital untuk masyarakat sekitar.
“Adanya pojok baca ini tidak hanya memberikan akses mudah terhadap buku dan sumber bacaan lainnya, tetapi juga menjadi jembatan antara mahasiswa UGJ dengan masyarakat, mendorong semangat gotong royong dan pemberdayaan dalam bidang pendidikan,” ungkap Kepala Biro Perpustakaan UGJ, Defi Safitri, SH., MH.,
Program ini merupakan wujud nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, UGJ menegaskan perannya sebagai institusi yang bukan hanya mencetak lulusan yang unggul, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar, terutama dalam pengembangan literasi.
Senada, Tim Supervisi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Indra Riawan, S.Kom., M.T.I mengatakan, program ini bisa menjadi percontohan untuk generasi selanjutnya.
“Di Perpustakaan Nasional sendiri ada program Transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial. Diharapkan dari proses transformasi ini masyarakat bisa menciptakan suatu inovasi untuk menghasilkan produk barang dan jasa,” jelasnya.
Ia pun berharap langkah awal ini bisa menjadi langkah berkelanjutan dari Universitas Swadaya Gunung Jati dan adanya dukungan penuh dari pimpinan dan stekholder terkait.***











