BeritaCirebon

Protes Jalan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang dan Bangun “Kuburan”

790
×

Protes Jalan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang dan Bangun “Kuburan”

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Jalan rusak di Desa Luwung Kencana, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, mendadak viral di media sosial setelah warga setempat menanam pohon pisang di lubang jalan dan membuat “kuburan” sebagai bentuk protes. 

Di nisan kuburan tersebut tertulis pesan “Pelan-pelan Rumah Sakit mahal. Selamat datang di wisata jalan berlubang, nikmati fasilitas Anda karena pemerintah sudah tidak lagi mempedulikan.”

Menurut Nata (70 tahun), salah seorang warga Desa Luwung Kencana, jalan penghubung antara desanya dan Desa Ujung Gebang itu sudah mengalami kerusakan parah selama sekitar 12 tahun. Hingga kini, tidak ada perbaikan berarti dari pemerintah daerah. 

“Jalan ini adalah jalur utama masyarakat. Sudah sekitar 12 tahun tidak ada perbaikan. Saat musim hujan, jalan ini digenangi air karena tidak ada drainase. Bahkan ada beberapa titik yang tergerus air hujan,” ujar Nata, Kamis (2/1/2025).

Dia menambahkan, genangan air di musim hujan mencapai ketinggian di atas mata kaki orang dewasa. Warga setempat telah bergotong royong untuk memperbaiki jalan seadanya, tetapi kondisi jalan tetap memprihatinkan. 

“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini agar tidak membahayakan masyarakat yang melintas,” tambah Nata.

H. Abdul Kodir, anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3, mengaku telah menerima laporan dari masyarakat terkait kondisi jalan tersebut. Ia melakukan kunjungan langsung untuk melihat situasi di lapangan. 

“Saya sudah menerima banyak aduan dari masyarakat. Jalur ini sering menyebabkan kecelakaan karena kondisi jalannya yang sangat buruk. Apalagi di musim hujan, jalan menjadi sangat licin,” ujar Abdul Kodir.

Ia juga mengapresiasi aksi protes warga dengan menanam pohon pisang dan membuat kuburan sebagai cara untuk menarik perhatian pemerintah. 

“Mungkin ini bentuk kekesalan warga. Mereka ingin pemerintah segera bertindak, makanya ada penanaman pohon pisang dan kuburan simbolis itu. Saya memahami dan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar jalan ini segera diperbaiki,” tegasnya.

Abdul Kodir juga menyoroti pentingnya pembangunan drainase untuk mencegah air dari sawah meluap ke jalan. Ia berharap pemerintah daerah segera merespon masalah ini pada tahun 2025 agar kerusakan tidak semakin parah dan masyarakat tidak lagi dirugikan.

“Kalau bisa, perbaikan ini disegerakan. Dengan adanya drainase yang baik, jalan akan lebih awet dan tahan lama,” tutupnya.

Aksi kreatif warga Desa Luwung Kencana menjadi viral di media sosial, memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak yang mendukung aksi tersebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi yang unik namun tetap bermakna. Kondisi jalan rusak seperti ini, terutama di daerah pedesaan, memang menjadi masalah yang sering diabaikan. 

Masyarakat berharap, dengan viralnya protes ini, pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan dan memastikan keselamatan warga yang melintas. Protes ini bukan hanya tentang kerusakan jalan, tetapi juga tentang hak warga untuk mendapatkan infrastruktur yang layak.***(Didin)