BeritaCirebon

Bantah Cawe-cawe, Walikota Cirebon: Saya Lebih Hargai Orang yang Silaturahmi

954
×

Bantah Cawe-cawe, Walikota Cirebon: Saya Lebih Hargai Orang yang Silaturahmi

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Walikota Cirebon Effendi Edo menepis isu cawe-cawe dan mengintervensi pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon.

Effendi Edo mengatakan, pertemuan tersebut hanya sebatas silaturahmi bersama dengan pengurus cabang olahraga.

“Ya mereka mau silaturahmi dengan beberapa cabor masa saya tolak, kan KONI juga berada dibawah naungan kita juga,” katanya, Rabu (30/4/2025).

Dirinya mengungkapkan, lebih menghargai orang yang melakukan silaturahmi di saat ada Musorkot.

“Pada saat ada Musorkot mereka memberikan laporan dan meminta arahan tentang musorkot, justru yang seperti itu yang saya hargai,” ungkapnya.

Ia menuturkan, arahan tersebut dalam bentuk penyelenggaraan musorkot dengan baik, cara untuk menyaring calon-calon ketua KONI.

“Jadi bukan arahan seperti yang dituduhkan ke saya, kalau memang calon lainnya mau silaturahmi juga saya terima,” tuturnya.

Sebelumnya, tim kuasa hukum calon ketua KONI Handarujati Kalamullah menduga adanya penyalahgunaan kekuasaan dan intervensi yang dilakukan oleh Walikota Cirebon Effendi Edo.

Kuasa hukum calon ketua KONI  Handarujati Kalamullah, Reno Sukriano mengatakan, prihatin atas dugaan intervensi Walikota Cirebon dalam pemilihan KONI Kota Cirebon.

“Hal tersebut didasari oleh pertemuan pertama di rumah dinas Walikota Cirebon pada tanggal 18 April 2025 dan pertemuan kedua pada 25 April 2025 yang dihadiri oleh beberapa cabang olahraga yang memiliki suara sah,” katanya, Selasa (29/4/2025) kemarin.

Selain cabang olahraga, menurutnya pertemuan tersebut juga dihadiri oleh aparatur sipil negara dan anggota DPRD Kota Cirebon yang memiliki suara sah.

“Diduga pada pertemuan tersebut adanya arahan dari Walikota Cirebon untuk memilih calon yang diusung, dan diduga terdapat tekanan terutama pada ASN dan ancaman pencopotan jabatan,” tutupnya.***(Sakti)