BisnisCirebon

OJK dan BEI Resmikan Galeri Investasi di Untag Cirebon, Dorong Mahasiswa Jadi Investor Cerdas

868
×

OJK dan BEI Resmikan Galeri Investasi di Untag Cirebon, Dorong Mahasiswa Jadi Investor Cerdas

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Upaya meningkatkan literasi keuangan dan mencegah maraknya investasi ilegal terus diperkuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GI BEI) di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Cirebon, Selasa (30/6/2026).

Kehadiran galeri investasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memberikan edukasi pasar modal kepada mahasiswa sekaligus mencetak generasi muda yang memahami investasi secara aman, legal, dan bertanggung jawab.

Peresmian berlangsung di area Galeri Investasi BEI Untag Cirebon. Prosesi pemotongan pita dilakukan oleh Rektor Untag Cirebon, Kepala OJK Cirebon, perwakilan BEI, serta sejumlah mitra terkait. Suasana acara berlangsung penuh antusiasme sebagai tanda dimulainya operasional pusat edukasi pasar modal tersebut.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan pendirian galeri investasi sejalan dengan tugas OJK dalam memperkuat literasi, inklusi, dan perlindungan konsumen sektor jasa keuangan.

“Sebagaimana amanat Undang-Undang PPSK, OJK tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga edukasi, literasi, inklusi keuangan, perlindungan konsumen, serta pengembangan industri jasa keuangan,” ujar Agus.

Menurutnya, galeri investasi di lingkungan kampus memiliki peran penting sebagai pusat pembelajaran bagi calon investor muda.

“Ruangan ini bukan sekadar ruangan, tetapi menjadi jendela informasi dan kawah candradimuka bagi investor baru serta pebisnis baru agar lebih memahami dunia keuangan,” katanya.

Agus menambahkan, mahasiswa yang memiliki pemahaman investasi yang baik akan lebih mampu mengenali produk keuangan legal dan menghindari tawaran investasi bodong.

“Ketika memiliki dana lebih, mahasiswa bisa belajar berinvestasi pada instrumen yang legal dan diawasi OJK,” jelasnya.

Ia juga menyebut perkembangan pasar modal Indonesia terus menunjukkan tren positif. Saat ini, pertumbuhan investor domestik semakin kuat dan tidak lagi didominasi investor asing.

“Kami berharap akan muncul banyak investor andal dari Cirebon Raya,” ungkap Agus.

Sementara itu, Rektor Untag Cirebon, Dr. Erna, menyambut baik hadirnya Galeri Investasi BEI di kampusnya. Ia menegaskan fasilitas tersebut terbuka bagi seluruh mahasiswa dari berbagai bidang studi.

“Galeri ini akan dimanfaatkan mahasiswa yang tertarik dengan investasi. Bukan hanya mahasiswa ekonomi, tetapi seluruh fakultas bisa belajar bersama,” ujarnya.

Pihak kampus juga berencana memperluas manfaat galeri investasi dengan menggandeng pelajar SMA/SMK dan organisasi kepemudaan di wilayah Cirebon.

“Generasi muda perlu dikenalkan investasi sejak dini agar mampu mengelola keuangan secara lebih produktif,” katanya.

Kepala Wilayah 1 BEI, Thasrif Muharfi, menjelaskan Galeri Investasi BEI merupakan program nasional untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal.

“Tujuannya membangun kesadaran pasar modal kepada seluruh lapisan masyarakat, dimulai dari lingkungan kampus,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya mengetahui peluang investasi, tetapi juga memahami risiko sebelum mengambil keputusan finansial.

“Mahasiswa harus memahami instrumen investasi yang legal dan mengetahui risikonya agar tidak terjebak investasi bodong,” jelas Thasrif.

Ia menyebut jumlah investor pasar modal nasional terus meningkat dan banyak berasal dari kalangan muda.

“Saat ini jumlah investor pasar modal sudah lebih dari 28 juta, dengan dominasi investor muda usia 17 sampai 25 tahun,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari Head of Regional Management Division KISI Sekuritas, Agastya Yoga Swara. Ia menilai galeri investasi menjadi jembatan antara teori akademik dan praktik langsung di dunia pasar modal.

“Galeri investasi dapat menjadi wadah mahasiswa untuk memperdalam dan mempraktikkan ilmu pasar modal secara benar,” katanya.

Melaluibhadirnya Galeri Investasi BEI di Untag Cirebon, kampus tersebut diharapkan menjadi pusat edukasi keuangan sekaligus tempat lahirnya investor muda yang cerdas, kritis, dan mampu memilih instrumen investasi yang aman.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kesadaran masyarakat agar semakin waspada terhadap praktik investasi ilegal yang masih marak terjadi.***