BeritaCirebon

Anton saat Reses : Komitmen, 2026 Wujudkan Taman Ramah Anak di RW Salak Asih Kecapi

982
×

Anton saat Reses : Komitmen, 2026 Wujudkan Taman Ramah Anak di RW Salak Asih Kecapi

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Anton Octavianto, SE, MM, M.M.Tr, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pembangunan Taman Ramah Anak di wilayah RW 13 Salak Asih, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti.

Komitmen tersebut disampaikan Anton saat Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026, Selasa (11/11/2025) malam.

Menurut Anton, taman ramah anak penting sebagai ruang interaksi sosial dan rekreasi sehat bagi anak-anak, di tengah maraknya ketergantungan terhadap gawai dan permainan digital.

“Saya sangat konsen terhadap pembangunan taman ramah anak. Saat ini banyak anak yang lebih sering bermain gadget daripada berinteraksi langsung. Saya ingin mereka punya tempat aman, nyaman, dan menyenangkan untuk bermain di luar rumah,” ujar Anton di hadapan warga.

Ia menambahkan, RW 13 Salak Asih menjadi salah satu lokasi prioritas yang diusulkan untuk pembangunan taman tersebut. Targetnya, program itu mulai direalisasikan pada tahun 2026, agar anak-anak di wilayah tersebut memiliki ruang publik yang layak.

“Taman ramah anak di RW 13 sudah kami masukkan dalam program. Mudah-mudahan tahun depan bisa mulai berjalan. Kalau ada aspirasi tambahan, akan kami tampung untuk usulan anggaran tahun 2027,” katanya.

Warga Sampaikan Aspirasi Soal Drainase dan Air Bersih

Selain membahas rencana pembangunan taman, warga juga memanfaatkan momen reses untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka.

Hendi, warga RT 05, mengusulkan pengadaan meja pimpong sebagai sarana olahraga dan tempat berkumpul warga.

“Kami berharap ada meja pimpong agar warga punya fasilitas olahraga ringan,” ujarnya.

Sementara itu, Yayuh, warga RT 01, menyoroti masalah drainase dan pasokan air bersih. Ia mengeluhkan air PDAM yang sering mati dan baru mengalir pada dini hari, sementara saluran air di beberapa titik sudah rusak menjelang musim hujan.

“Air PDAM sering tidak mengalir. Kami juga berharap pemerintah memperhatikan warga yang belum pernah menerima bantuan sosial seperti BLT,” kata Yayuh.

Menanggapi hal itu, Anton menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Fraksi PAN di DPR RI serta kementerian terkait untuk memperjuangkan perbaikan infrastruktur dasar, termasuk saluran riul di kawasan Kecapi dan Larangan.

“Persoalan drainase dan air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Reses Bukan Sekadar Formalitas

Anton menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Reses adalah momentum untuk turun ke masyarakat, mendengarkan keluhan mereka, dan memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berpihak pada rakyat,” pungkasnya.***