Scroll untuk baca artikel
Dialog Pemilu

Debat Keempat Pilpres akan Dipandu Dua Moderator Perempuan

113
×

Debat Keempat Pilpres akan Dipandu Dua Moderator Perempuan

Sebarkan artikel ini
Arsip Foto - Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (kiri), cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka (tengah), dan cawapres nomor urut 3 Mahfud MD (kanan) bergandengan tangan usai mengikuti debat cawarpres di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (22/12/2023). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

CIREBON – Debat keempat Pemilihan Pilpres 2024 yang akan digelar di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (21/1/2024), untuk pertama kalinya dipandu dua moderator perempuan, yaitu Retno Pinasti (SCTV) dan Zilvia Iskandar (Metro TV).

Dua moderator itu merupakan jurnalis (news anchor) usulan stasiun televisi yang ditunjuk oleh KPU RI sebagai media penyelenggara debat keempat Pilpres 2024.

“Untuk kali ini debat keempat dua-duanya (moderator) perempuan,” kata Komisioner KPU RI August Mellaz dikutip dari ANTARA, Jumat (19/1/2024).

Setidaknya ada tiga stasiun TV yang ditunjuk KPU sebagai penyelenggara debat, yaitu SCTV, Indosiar, dan Metro TV.

Jika berkaca pada debat pertama sampai ketiga, moderator debat umumnya pasangan laki-laki dan perempuan.

August menjelaskan moderator yang tampil dalam acara debat merupakan mereka yang diyakini berkompeten dan menjadi andalan stasiun TV tempat mereka bekerja.

“Yang jelas sejak awal pertemuan kami dengan media penyelenggara dengan tim pasangan calon, media penyelenggara tentu berupaya mengajukan figur-figur yang sangat kompeten, sangat menguasai terkait dengan pelaksanaan debat untuk menjadi moderator,” kata August Mellaz.

Dia memastikan tidak ada perubahan yang signifikan untuk teknis penyelenggaraan debat yang artinya tata cara serta tahapan-tahapannya pun berlangsung sebagaimana debat-debat sebelumnya.

Walaupun demikian, berkaca pada debat-debat sebelumnya, August menjelaskan ada beberapa tugas yang dibebankan kepada moderator, misalnya moderator diminta untuk mengobservasi situasi debat dan tim pendukung sehingga mereka dapat mencegah potensi kericuhan atau kebisingan dari tim pendukung masing-masing pasangan calon.

August Mellaz juga menyinggung soal penghitungan waktu berbicara mereka yang mengikuti debat.

Jika ada situasi tertentu yang memaksa peserta debat berbicara di luar peruntukkan waktunya, misalnya ada salah satu peserta yang memotong pembicaraan, maka moderator perlu mengingatkan petugas untuk menghentikan timer atau alat penghitung waktu.

“Yang jelas kami sudah tegaskan nanti kalau sampai itu terjadi, tanpa harus ada kode tertentu, pihak media penyelenggara akan langsung menghentikan timer agar tidak menyita (waktu), dan kemudian moderator tentu harus menyampaikan ini waktunya pasangan calon yang mana. Itu kami tegaskan,” katanya.

Dia melanjutkan para moderator telah memiliki panduan atas alur debat termasuk siapa yang berbicara dalam waktu-waktu yang diperuntukkan kepada mereka.

“Itu sudah diatur, nanti moderator juga pasti fokus di situ,” kata August Mellaz.

Debat keempat KPU yang menampilkan tiga cawapres tersebut mengangkat isu-isu antara lain sumber daya alam, masyarakat adat, lingkungan hidup, energi, dan agraria.*

TiketFest