BOYOLALI – Ganjar Pranowo meminta jangan ada politisasi terkait pembagian bantuan sosial (bansos) pada tahun politik.
Hal ini disampaikan Ganjar usai kunjungan ke Pasar Kebon Agung, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (30/12/2023).
Menurutnya, pada tahun politik seperti sekarang ini, bansos telah menjadi komoditas yang berbau politik, di mana banyak klaim bermunculan pada masa kampanye.
“(Bansos) Jangan dipolitisasi, karena itu haknya rakyat, begitu, ya. Sekarang bansos sudah menjadi komoditas yang baunya politik, ya. Dulu, ada yang menyampaikan jangan pilih Ganjar, nanti dia akan menghentikan bansos. Statement (pernyataan) seperti itu rasa-rasanya tidak ngerti aturan, gitu,” kata Ganjar dikutip dari ANTARA, Sabtu (30/12/2023).
Capres nomor urut 3 itu menuturkan, penyaluran bansos dilakukan begitu mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI setelah diusulkan oleh Pemerintah dan Kementerian Sosial (Kemensos).
Ganjar memulai rangkaian kampanye di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dengan menyapa warga dan pedagang di Pasar Kebon Agung pada Sabtu (30/12/2023).
Setelah mengunjungi Pasar Kebon Agung, Ganjar sarapan bersama warga di Warung Soto Mbah Lanjar yang berada tidak jauh dari pasar.*