CIREBON – Suasana pembagian rapor pada tahun ini tampak lebih berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Cirebon, Lina Herlina mengatakan, pihaknya menganjurkan para ayah untuk mengambil rapor dengan tujuan mempererat hubungan antara ayah dan juga anak.
“Selama ini anak itu hanya dekat dengan ibunya saja, ini dilakukan untuk mempererat kedekatan dengan ayahnya, selain itu juga ayah harus mengetahui perkembangan anaknya di sekolah,” katanya, Selasa (23/12/2025).
Kendati demikian, pihak sekolah masih fleksibel jikalau ada ayahnya yang sedang sibuk boleh diwakilkan oleh ibu siswa tersebut.
“Hari ini total siswa 1313 siswa yang menerima raport, kita berharap di rumah para orang tua terutama ayah memperhatikan anaknya, agar anak tidak kehilangan peran ayahnya dalam kehidupan ini atau disebut fatherless,” lanjutnya.
Setelah pembagian rapor, siswa juga akan mendapatkan liburan panjang mulai dari tanggal 29 Desember sampai dengan 12 Januari 2026 mendatang.
“Diharapkan kepada siswa dan keluarganya yang ingin berlibur untuk memperhatikan kondisi cuaca yang menjadi tujuan tempat berliburnya, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Salah satu orang tua siswa Dulhani mengungkapkan, perasaan canggung saat menerima rapor anaknya untuk pertama kali. “Biasanya kan diambil ibunya, karena ini ada kebijakan baru mungkin, jadi ya agak canggung,” katanya.
Menurutnya, kebijakan ini sangat baik untuk memperbaiki komunikasi antara ayah dan juga anak.
“Saya pikir ini bagus, jadi harus sering-sering komunikasi lah, berbaur antara ayah dan juga anak, tapi biasanya saya tanya ke anak gimana sekolah hari ini, atau saya juga tanya ke gurunya langsung perkembangan anak saya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Cirebon, Suwaso Budi menilai, kebijakan atau imbauan agar ayah terlibat langsung dalam pengambilan rapor merupakan ikhtiar positif untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
“Hal ini sejalan dengan imbauan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, sebagai bagian dari gerakan ayah teladan indonesia, yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam proses tumbuh kembang, pendidikan, dan pembentukan karakter anak,” jelasnya.Upaya tersebut juga menjadi bagian dari respons bersama atas tantangan relasi ayah dan anak yang mengemuka yaitu fenomena Fatherless.
“Memang ada laporan tentang fenomena tersebut tapi tidak signifikan, pada dasarnya hari ini orang tua sudah mulai paham dan sadar pentingnya dengan pengasuhan dalam pertumbuhan anak,” tutupnya.***(Sakti)











