BeritaBisnisCirebon

Harga Beras di Kota Cirebon Tinggi, Begini Kata DKPPP dan Bulog 

929
×

Harga Beras di Kota Cirebon Tinggi, Begini Kata DKPPP dan Bulog 

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Harga beras di pasaran saat ini tengah meroket tajam, harganya menyentuh Rp13-14 ribu untuk kualitas medium, untuk premium dengan harga Rp15 ribu.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Cirebon, Tawidi mengatakan, harga beras saat ini sendiri masih di atas harga eceran tertinggi.

“Kalau berdasarkan data per Senin kemarin, untuk harga beras kualitas medium yaitu Rp13-14 ribu, untuk kualitas premium ada yang Rp 15 ribu,” katanya, Kamis (7/8/2025).

Dirinya melanjutkan, harga tersebut melonjak dikarenakan faktor masih mahalnya harga eceran gabah yang dibeli oleh Bulog.

“Karena saat ini harga gabah sendiri yang dibeli oleh Bulog yaitu Rp6.500 perkilogram, kalau dahulu paling tinggi Rp5.000 kalau harga gabahnya tinggi otomatis harga berasnya juga tinggi,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, harga beras tinggi juga dikarenakan faktor penyaluran beras pemerintah baik itu SPHP maupun beras cadangan pemerintah.

“Bantuan beras SPHP dan juga bantuan cadangan beras baru dibuka kerannya, bantuan pangan saja di Kota Cirebon baru 96 persen yang tersalurkan,” jelasnya.

Hal tersebut ditambah dengan penyaluran beras SPHP belum mencakup seluruh pasar dan juga retail.

“Sesuai dengan berbadan yang baru yaitu nomor 215 tahun 2025 yang awalnya beras SPHP hanya disediakan untuk mitra Bulog saja, akan tetapi sekarang toko maupun retail modern atau swalayan bisa menyediakan beras SPHP,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon Ramaijon Purba mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan bantuan pangan untuk alokasi Juni dan Juli.

“Untuk wilayah Cirebon sendiri sudah selesai per tanggal 31 Juli 2025 lalu, itu kuantumnya hampir 10 ribu ton, kita juga sudah melaksanakan program SPHP,” katanya.

Dirinya melanjutkan, untuk penyaluran sendiri ada beberapa yang dibuka diantaranya mitra, dan juga toko modern.

“Untuk beras SPHP ada 180 ton, mulai dari pertengahan Juli, dan tergantung permintaan dari pasar, kalau dari segi stok kita siap,” lanjutnya.

Pihaknya juga mengaku bingung dengan lonjakan harga beras yang saat ini terjadi, dikarenakan stok beras di gudang Bulog masih berlimpah.

“Nah itu saya juga bingung, stok di Bulog ada, panen sudah, bahkan kita sudah menyerap beras sampai bulan Juli sebanyak 133.624 ton setara beras, itu terdiri dari penyerapan gabah kering panen, dan berasnya, artinya tinggi, stok kita juga hari ini sebanyak 175 ribu ton,” paparnya.***(Sakti)