CIREBON – Pelayanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) debitur periode sampai dengan bulan Agustus 2025 telah diproses OJK Cirebon sebanyak 7.299 permintaan layanan baik yang diajukan secara offline/walk-in maupun online. Hal tersebut diungkapkan Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib dalam media update Agustus 2025, di Kantor OJK Cirebon, Jumat (19/9/2025).
“Berdasarkan jenis permasalahan yang dikonsultasikan dan/atau diadukan, didominasi oleh Sistem layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebesar 25,15 persen atau 315 layanan, diikuti penipuan sektor jasa keuangan sebesar 16,84 persen atau 208 layanan, permintaan informasi sektor keuangan sebesar 14,74 persen atau 182 layanan, dan permintaan keringanan sebesar 5,26 persen atau 65 layanan serta penyalahgunaan data pribadi sebesar 5,10 persen atau 63 layanan,” jelas Agus.
Dijelaskannya lebih lanjut, berdasarkan status mata pencaharian, konsultasi dan pengaduan dominasi segmen umum sebesar 44,2 persen atau 523 layanan, diikuti segmen swasta sebesar 18,9 persen atau 223 layanan, segmen wirausaha sebesar 14,7 persen atau 171 layanan, Ibu Rumah Tangga sebesar 10,5 persen atau 121 layanan, dan ASN/TNI/Polri sebesar 6,3 persen atau 76 layanan, serta pelajar dan mahasiswa sebesar 5,3 persen atau 59 layanan.
“Berdasarkan jenis kelamin, layanan konsultasi dan pengaduan didominasi Laki-laki sebesar 52,5 persen atau 653 layanan dan perempuan sebesar 47,5 persen atau 578 layanan,” katanya.
Berdasarkan wilayah, lanjut Agus, layanan konsultasi dan pengaduan didominasi wilayah Kabupaten Cirebon sebesar 42,47 persen atau 522 layanan, diikuti Kota Cirebon sebesar 31,09 persen atau 384 layanan, Kabupaten Indramayu sebesar 8,91 persen atau 110 layanan, Kabupaten Kuningan sebesar 8,1 persen atau 100 layanan, dan Kabupaten Majalengka sebesar 6,7 persen atau 75 layanan serta lainnya/diluar wilayah Ciayumajakuning sebesar 3,9 persen atau 49 layanan.
Menurut Agus, dalam rangka penguatan fungsi perlindungan konsumen, sepanjang Januari sampai dengan September 2025, OJK Cirebon melaksanakan kegiatan edukasi, literasi dan inklusi keuangan secara tematik melalui Bulan Inklusi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung.
“Sampai dengan tanggal 18 September 2025, telah dilakukan 183 kegiatan edukasi, literasi, dan inklusi keuangan atau 122 persen dari target 2025 sebanyak 150 kegiatan. Sebanyak 33.076 peserta kegiatan edukasi, literasi dan inklusi keuangan dari berbagai segmen yaitu pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, ASN, Dosen, Guru, Profesional, penyandang disabilitas, petani, peternak, nelayan, perkumpulan perempuan, lansia, dan masyarakat umum,” terangnya.***











