BeritaCirebon

Kasus Perundungan Salah Satu Sekolah di Kota Cirebon Kini Ditangani Pihak Kepolisian

921
×

Kasus Perundungan Salah Satu Sekolah di Kota Cirebon Kini Ditangani Pihak Kepolisian

Sebarkan artikel ini

 

CIREBON – Kasus perundungan di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Cirebon sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

Perundungan tersebut menimpa korban berinisial TA (14 tahun) siswa kelas 9 di salah satu SMP di Kota Cirebon.

Dalam video berdurasi 1 menit 16 detik tersebut, TA diduga dianiaya oleh teman korban dan juga diduga alumni sekolah tersebut.

Diduga total 6 siswa terduga pelaku sudah diperiksa oleh tim penyidik Polres Cirebon Kota untuk menjalani pemeriksaan.

Penganiayaan tersebut disebabkan oleh korban menyimpan foto-foto siswi yang diambil melalui tangkapan layar di sosial media.

Foto-foto tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi dan tidak dilakukan penyuntingan dengan menggunakan AI.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan awal terhadap pihak-pihak yang terlibat.

“Masih kami dalami dan lakukan pemeriksaan awal kepada pihak-pihak yang terlibat, kami jemput bola,” katanya melalui pesan singkat, Senin (2/3/2026).

Sementara itu, saat di temui di sekolah Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Kadini mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait dengan kejadian tersebut.

“Hari ini saya meninjau langsung untuk mengetahui detail kasus tersebut, memang terjadi perundungan antara anak disini, memang sudah ditangani pihak sekolah kemarin,” katanya.

Lebih lanjut, Kadini menyampaikan saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian dan pihak kepolisian akan memberikan laporannya kepada sekolah.

“Untuk sementara pihak sekolah belum terima hasil dari kepolisian, yang dirundung itu satu orang saja, jadi kita dinas tidak bisa bertindak apa-apa kita menunggu hasil dari kepolisian,” tambahnya.

Dari Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pendidikan sudah melakukan sosialisasi anti perundungan kepada sekolah-sekolah maupun kepada guru-guru.

“Kita juga sudah bekerjasama dengan DP3APPKB untuk menyembuhkan trauma healing kepada korban, dan saat ini korban sendiri masih belum masuk sekolah,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah Euis Sulastri mengatakan, sekolah sudah mempertemukan antara orang tua korban maupun pelaku perundungan pasca kejadian yang viral di media sosial.

“Setelah kejadian sudah ada pembinaan terhadap orang tua dan anak, bahkan untuk korbannya juga kita sudah minta pendampingan kepada psikolog, dan sekarang sih kasus ini sudah di pihak kepolisian,” jelasnya.

Ia berharap, kedua orang tua bisa berdamai dan juga tidak dibawa ke ranah hukum mengingat masih anak dibawah umur.

“Dari awal viral kita sudah panggil, tapi ya sudah viral jadi kita tidak bisa mencegah, dan yang memviralkan juga pelakunya sendiri dengan kepolosannya dan pengaruh media sosial,” tutupnya.***(Sakti)