BeritaCirebon

Kota Cirebon Gelar Seleksi Petugas Haji 2026, 42 Peserta Ikuti CAT Serentak Nasional

949
×

Kota Cirebon Gelar Seleksi Petugas Haji 2026, 42 Peserta Ikuti CAT Serentak Nasional

Sebarkan artikel ini

CIREBON — Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Cirebon menggelar seleksi petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter untuk penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M. 

Seleksi ini berlangsung serentak seluruh Indonesia sesuai instruksi Kementerian Haji dan Umrah RI.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Cirebon, TB Agus Hidayat, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa minat masyarakat sangat tinggi pada rekrutmen tahun ini.

“Dari pendaftar awal sebanyak 112 orang, kami menetapkan 59 peserta untuk tahap selanjutnya. Setelah proses verifikasi berkas, tersisa 42 peserta yang memenuhi syarat mengikuti tes CAT hari ini,” ujarnya.

Komposisi Peserta, dijelaskan Agus, ke-42 peserta tersebut tersebar pada beberapa kategori layanan, antara lain, 3 orang calon Ketua Kloter, 3 orang Pembimbing Ibadah, 15 orang Layanan Konsumsi, 17 orang Layanan Akomodasi dan 4 orang Layanan Transportasi.

Para peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari ASN Kemenag, tenaga pendidikan, hingga masyarakat umum yang berdomisili dan bekerja di Kota Cirebon.

“Kami membuka seleksi seluas-luasnya. Yang penting memenuhi persyaratan, baik dari UIN, yayasan pendidikan, maupun ASN Kementerian Agama,” kata Agus.

Menurutnya, seleksi tersebut serentak skala nasional. Pelaksanaan CAT dilakukan secara bersamaan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia melalui sistem daring.

“Tes dimulai pukul 09.00 sampai 10.30 serentak se-Indonesia,” jelas Agus.

Sementara kuota penempatan petugas menggunakan sistem kuota provinsi. Untuk Jawa Barat, jumlah kuota PPIH adalah 123 orang, dan seluruh peserta dari Cirebon akan bersaing di tingkat provinsi sebelum keputusan final ditetapkan Kanwil.

Agus menegaskan petugas haji harus memiliki keterampilan pelayanan, kemampuan digital, dan keahlian sesuai bidang tugas.

“Mereka adalah pelayan tamu Allah. Karena nanti semua laporan berbasis digital, maka kemampuan digital wajib dimiliki,” tuturnya.

Khusus Pembimbing Ibadah, peserta harus memiliki sertifikat pembimbing ibadah sebagai syarat utama.

Ia mengungkapkan, ada tiga sukses penyelenggaraan haji. Dalam kesempatan tersebut Agus menyampaikan pesan dari Menteri Haji dan Umrah RI, K.H. Dr. Muhammad Irfan Yusuf, bahwa penyelenggaraan haji 2026 mengusung tiga target sukses yakni sukses ritual Ibadah Haji, jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, dan meraih predikat haji mabrur. Kemudian, sukses ekosistem ekonomi haji, penyelenggaraan haji diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi bangsa dan masyarakat Indonesia.

“Ketiga, sukses peradaban/keadaban haji

Jamaah pulang dengan peningkatan iman, akhlak, dan karakter, membawa nilai-nilai ibadah haji ke kehidupan sehari-hari,” katanya.

“Kami berharap petugas yang terpilih mampu mendukung tiga sukses tersebut dan menjadi pelayan terbaik bagi jamaah haji Indonesia, khususnya Kota Cirebon,” pungkas Agus.***