Scroll untuk baca artikel
CirebonBisnis

Mengenal Pasarmu.id, Pasar Tradisional Digital Pertama di Cirebon

3376
×

Mengenal Pasarmu.id, Pasar Tradisional Digital Pertama di Cirebon

Sebarkan artikel ini
Seseorang sedang membuat pesanan di pasarmu.id. Foto: Dialog Indonesia/ Siti Masithoh

CIREBON – Pesatnya era digital saat ini membawa kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Beragam aktivitas bisa dilakukan, salah satunya membeli kebutuhan pangan secara online.

Di Kota Cirebon, Jawa Barat, kemudahan membeli kebutuhan pangan digulirkan oleh pasarmu.id.

Layanan pembelian sayur hingga kebutuhan dapur secara online pertama di Cirebon ini hadir saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada tiga tahun lalu.

Saat itu, banyak warga yang mengurangi beraktivitas di luar rumah, termasuk berbelanja sayur ke pasar. Hal itu pula yang dilakukan Musfi Yuliadi (39).

Pria yang akrab disapa Adi itu kemudian memutuskan untuk membuka jasa penitipan bahan belanjaan di pasar melalui media sosial.

Seiring berjalannya waktu, Adi menerima banyak pesanan yang terus bertambah, sehingga memutuskan membuka website dan aplikasi pasarmu.id.

“Pasarmu.id menyajikan beragam produk kebutuhan sehari-hari. Jangkauan area kita saat itu hanya untuk memenuhi di Kota Cirebon. Seiring berjalannya waktu, kita bisa melakukan pengiriman hingga ke Jabodetabek,” kata Adi kepada Dialog Indonesia, Senin (2/10/2023).

Saat itu, Adi ingin memberikan solusi bagi warga, khususnya ibu rumah tangga yang sulit pergi ke pasar karena pandemi.

Menjadi UMKM Binaan Bank Indonesia

Eksistensi pasarmu.id dilirik Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Cirebon pada tahun 2021.

Awalnya, ada beberapa karyawan Bank Indonesia menjadi customer pasarmu.id dan kemudian menawarkan untuk menjadi UMKM binaannya.

“Awalnya kita disangka dari luar kota,” katanya.

Pendampingan yang diberikan KPw Bank Indonesia Cirebon, kata Adi, di antaranya digital marketing dan pengendalian inflasi di daerah.

“Kadang ada beberapa waktu Bank Indonesia meminta kita mengadakan operasi murah digital. Seperti kemarin saat harga ayam Rp 40 ribu per kilogram, kita kolaborasi dengan Bank Indonesia dan harganya menjadi Rp 25 ribu per kilogram,” tambahnya.

Selain dengan Bank Indonesia, pasarmu.id juga berharap adanya kolaborasi dengan pemerintah, terutama stakeholder terkait.

Optimistis Pesanan Bisa Kembali Meningkat

Untuk meningkatkan omzet, pasarmu.id tengah menyiapkan berbagai inovasi seperti beberapa fitur tambahan di platform serta keinginan menamam bawang merah dan brokoli.

Sebab, saat pandemi, pasarmu.id mampu menerima 600-800 pesanan dalam sebulan. Sementara setelah pandemi berakhir, hanya mampu menerima 300-400 pesanan.

Meski begitu, Adi tetap yakin bahwa kejayaan saat pandemi bisa kembali terulang seiring terbiasanya masyarakat yang berbelanja online.

“Ketika pandemi selesai, ada tingkat penurunan pesanan. Tapi kita menyadari dan percaya akhirnya budaya ini bisa dimulai,” katanya.

Hal serupa disampaikan oleh seorang pegawai pasarmu.id, Haris (33) yang mengaku ada peluang besar untuk pasarmu.id maju lebih pesat.

“Saya lihat di pasarmu ke depan prospeknya lebih menjanjikan,” katanya.*(Siti Masithoh)

TiketFest