CIREBON – Perubahan pola aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan ikut memengaruhi pola penggunaan air bersih di Kota Cirebon.
Mengantisipasi hal tersebut, Perumda Air Minum Tirta Giri Nata (PAM-TGN) menyiagakan petugas selama 24 jam untuk memastikan distribusi air tetap lancar.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Agus Salim, menjelaskan bahwa pada hari biasa terdapat dua waktu puncak pemakaian air oleh pelanggan, yakni pada pagi dan sore hari.
“Dalam kondisi normal, penggunaan air meningkat pada pagi hari sekitar pukul 06.00 sampai 10.00 WIB, kemudian kembali meningkat pada sore hari sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 WIB,” ujar Agus, Kamis (5/3/2026).
Namun selama Ramadan, pola tersebut bergeser mengikuti aktivitas sahur dan berbuka puasa. Lonjakan penggunaan air pada pagi hari terjadi lebih awal, yakni sekitar pukul 04.00 WIB setelah masyarakat selesai sahur. Sementara pada malam hari, peningkatan pemakaian air terjadi setelah waktu berbuka hingga menjelang salat Isya.
“Selama Ramadan puncak pemakaian air biasanya terjadi setelah sahur sekitar pukul 04.00 WIB. Kemudian kembali meningkat pada malam hari sekitar pukul 19.00 hingga 20.00 WIB,” jelasnya.
Meski waktu pemakaian berubah, Agus memastikan volume konsumsi air pelanggan tidak mengalami peningkatan signifikan. Rata-rata pemakaian air pelanggan PAM-TGN masih berada di kisaran 24 meter kubik per sambungan rumah (SR) setiap bulan.
“Kalau dari sisi volume relatif masih sama, hanya waktunya saja yang bergeser,” katanya.
Untuk menjaga pelayanan tetap optimal, PAM-TGN telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak awal Ramadan. Selain menyiagakan petugas selama 24 jam, perusahaan juga memastikan kesiapan peralatan dan armada operasional untuk menangani kemungkinan gangguan distribusi.
Pengawasan juga diperketat, terutama untuk menjamin ketersediaan air bersih di masjid dan tempat ibadah yang aktivitasnya meningkat selama Ramadan.
“Personel kami siagakan 24 jam, begitu juga dengan peralatan dan armada. Selama Ramadan hingga menjelang Lebaran kami tetap dalam kondisi siaga agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” ungkap Agus.
Di sisi lain, Agus juga memaparkan rencana bisnis Perumda Air Minum Tirta Giri Nata untuk periode 2026–2030 yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan serta perluasan wilayah distribusi air bersih.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir PAM-TGN telah berhasil memperluas layanan ke wilayah pesisir, termasuk kawasan Samadikun yang mulai terlayani sejak tahun lalu.
Ke depan, perusahaan menargetkan pengembangan jaringan pelayanan ke wilayah selatan Kota Cirebon. Namun, rencana tersebut memiliki tantangan tersendiri karena kondisi elevasi tanah di kawasan tersebut lebih tinggi dibanding wilayah lainnya.
“Ke depan kami akan mendorong perluasan layanan ke wilayah selatan. Tantangannya memang ada pada elevasi tanah yang lebih tinggi, sehingga membutuhkan perencanaan teknis yang matang,” ujarnya.
Melalui rencana bisnis lima tahunan tersebut, PAM-TGN berharap cakupan pelayanan air bersih di Kota Cirebon dapat terus meningkat sekaligus memberikan layanan yang lebih optimal bagi masyarakat.***











