BeritaCirebon

Pemkot Cirebon Normalisasi 14 Titik Sungai untuk Antisipasi Banjir

848
×

Pemkot Cirebon Normalisasi 14 Titik Sungai untuk Antisipasi Banjir

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Sungai-sungai di Kota Cirebon tak lagi sekadar menjadi jalur aliran air. Di sejumlah titik, sedimentasi, sampah, dan material yang menumpuk perlahan menyempitkan ruang alir sungai.

Scroll Untuk Lanjut Baca
Scroll Untuk Lanjut Baca

Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon kini menormalisasi 14 titik sungai sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi aliran air sekaligus mengantisipasi potensi banjir.

14 titik sungai tersebut diantaranya, Sungai Kedungpane, Sungai Kedungmenjangan, Sungai Kijing, Sungai Sijarak 2 yang berada di dua ruas jalan, Sungai Cipadu, Sungai Sijarak 1 yang terdapat pada tiga ruas jalan, Sungai Kebat yang berada di dua ruas jalan, dan Sungai Cikenis.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUTR Kota Cirebon Adi Mas Doso mengatakan, yang sudah dilakukan normalisasi sendiri sudah ada 14 titik sungai atau sekitar 4 kilometer.

“Saat ini sedang fokus normalisasi di sungai Cikenis, sungai ini sendiri bisa mengurangi genangan air yang berada di Jalan Ciremai Raya yang selama ini dikeluhkan masyarakat,” katanya, Rabu (23/9/2026).

Untuk sungai Cikenis sendiri yang sudah dilakukan pengerjaan sepanjang 200 meter, dan masih akan berjalan sepanjang 100 meter.

“Untuk sungai ini sudah berjalan hampir 3 minggu berjalan, dan kita targetkan pengerjaan selama satu bulan penuh,” jelasnya.

Sungai Cikenis sendiri memiliki sedimentasi yang cukup dalam, sehingga pihaknya melakukan pelebaran 3 meter pada ruas kanan dan kiri, dan volume ketebalan sedimen 2 meter.

Setelah melakukan pengerjaan di Sungai Cikenis, pihaknya akan melakukan normalisasi di Sungai Cimanggu, dan Sungai Sigujeg.

“Semua sungai menjadi prioritas karena aliran air, karena memang yang paling vital adalah sungai Sijarak, karena memang berada di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo,” paparnya.

Doso mengungkapkan, beberapa tantangan yang harus dihadapi saat normalisasi sungai adalah tidak adanya akses alat berat ke beberapa ruas sungai dikarenakan adanya bangunan liar dan perumahan warga.

“Biasanya kita itu kalau tidak ada akses menggunakan tenaga manusia,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai, jangan mendirikan bangunan di sekitar sungai yang menyebabkan sulitnya melakukan normalisasi sungai.***(Sakti)