Scroll untuk baca artikel
Cirebon

PT KAI Konservasi Lokomotif Livery Vintage Pascakecelakaan di Bandung

483
×

PT KAI Konservasi Lokomotif Livery Vintage Pascakecelakaan di Bandung

Sebarkan artikel ini
Kondisi lokomotif CC 201 77 17 sebelum terjadi kecelakaan, Jumat (10/11/2023). Foto: Humas KAI

CIREBON – PT Kereta Api Indonesia melakukan konversi terhadap Lokomotif CC 201 77 17 milik Depo Induk Cirebon, pascakecelakaan KA Turangga dengan KA Lokal Bandung Raya pada Jumat (5/1/2024) pukul 06.03 WIB.

Vice President Daop 3 Cirebon, Dicky Eka Priandana mengatakan, kalau melihat lukanya harus dikonservasi untuk lokomotif CC 201 77 17.

“Tanpa saya mendahului keterangan resmi, kalau dilihat lukanya sih harus dikonservasi dan tidak dapat digunakan kembali,” katanya, Kamis (11/1/2024).

Dirinya melanjutkan, walaupun berkurang satu armada, Daop 3 Cirebon memastikan operasional perjalanan kereta api masih tetap berjalan.

“Masih bisa berjalan dengan baik, karena kita masih punya cadangan 2 lokomotif lagi untuk dioperasikan,” lanjutnya.

Ia menuturkan, lokomotif CC 201 77 17 merupakan yang tertua di Daop 3 Cirebon yang dibuat pada1977 nomor dengan urutnya 17.

“Yang pasti saya kecil dia sudah ada di sini, kalau untuk bangkai lokomotif sendiri saya belum tahu posisinya ada di mana,” tuturnya.

Sebelumnya, Lokomotif livery vintage tersebut mengalami kecelakaan antara Kereta Api Turangga dan Commuterline Bandung Raya di Petak Jalan Haurpugur – Cicalengka.

Dalam kecelakaan yang menewaskan 4 orang tersebut, kondisi lokomotif dengan nomor CC 201 77 17 terlihat hancur.

Lokomotif CC 201 sendiri lahir pada tahun 1977 memiliki berat 84 ton dan daya mesin 1950 hp.

Lokomotif yang mampu melaju dengan kecepatan 120km/jam ini, memiliki 2 bogie di mana masing-masing bogie memiliki 3 gandar penggerak dengan total 6 motor traksi sehingga lokomotif ini dapat dioperasikan pada lintas datar maupun pegunungan.*(Sakti)

TiketFest