Scroll untuk baca artikel
CirebonBerita

Ratusan Orang Sambut Pegi Setiawan saat Pulang di Desa Kepongpongan Cirebon

113
×

Ratusan Orang Sambut Pegi Setiawan saat Pulang di Desa Kepongpongan Cirebon

Sebarkan artikel ini

CIREBON – Ratusan orang datang ke sekitar rumah Pegi Setiawan di Kampung Simaja Desa Kepongpongan Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, Selasa (9/7/2024). 

Pantuan di lokasi Pegi Setiawan datang jam 15.30 WIB, disambut warga sekitar sejak mobil yang ia naiki datang di depan gang kampung tersebut. 

Mendekati rumah, warga yang kumpul meneriakkan nama Pegi. Dalam kesempatan tersebut Pegi Setiawan menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang sengaja datang untuk menyambutnya. 

Pegi juga berterima kasih kepada semua pihak atas perjuangannya baik moril maupun materiil mendukungnya bebas dari status tersangka. 

“Terima kasih untum warga, baik warga Simaja, Saladara dan sekitarnya, terima kasih mendoakan dan membantu saya dan keluarga dalam perjuangan ini,” ucapnya. 

Hakim Pengadilan Negeri Bandung mengabulkan permohonan prapradilan Pegi Setiawan yang ditetapkan Polda Jawa Barat sebagai tersangka kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon tahun 2016 silam. 

Sidang putusan tersebut digelar di PN Bandung, Jawa Barat, Senin (8/7/2024). 

Mengutip dari siaran langsung salah satu stasiun televisi nasional, Hakim Eman Sulaeman mengatakan, menimbang bahwa terhadap bukti-bukti yang diajukan baik oleh pemohon maupun oleh termohon hakim praperadilan hanya akan mempertimbangkan alat bukti yang ada relevansinya dengan persoalan dalam perkara pra peradilan ini sedangkan yang dianggap tidak relevan dengan perkara aquo dengan sendirinya akan dikesampingkan.

“Menimbang bahwa hakim praperadilan tidak mengadili apakah seseorang itu bersalah atau tidak bersalah serta tidak juga mengadili apakah seseorang itu pelaku atau bukan pelaku karena sesuai dengan peraturan Mahkamah Agung RI nomor 4 tahun 2016 dalam Bab 2 Pasal 2 ayat 2 menentukan bahwa pemeriksaan pra peradilan terhadap pemohon tentang tidak sahnya penetapan tersangka hanya menilai aspek formil yaitu apakah ada paling sedikit dua alat bukti yang sah dan tidak memasuki materi perkara,” ucap Eman.***

TiketFest