CIREBON – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Warung Kopi Manis, Kabupaten Cirebon, saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Tidak sekadar menjalankan ibadah tahunan, momen tersebut juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian sosial, hingga filosofi berbagi dalam membangun sebuah usaha.
Sebanyak empat ekor kambing disembelih di area Warung Kopi Manis (WKM), Rabu (27/5/2026). Menariknya, proses penyembelihan dilakukan langsung oleh para pekurban. Salah satunya yakni Owner WKM Grup, Anton Octavianto.
Di tengah aktivitas penyembelihan, Anton mengatakan, ibadah kurban sejatinya bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang belajar ikhlas dan mau berbagi kepada sesama.
“Iduladha mengajarkan tentang keikhlasan. Kita belajar melepaskan sesuatu yang kita cintai untuk kepentingan yang lebih besar. Dari situ juga muncul rasa peduli dan semangat berbagi kepada masyarakat,” ujar Anton.
Menurutnya, nilai-nilai dalam kurban sangat relevan diterapkan dalam dunia usaha dan bisnis. Sebab, sebuah usaha tidak akan tumbuh besar hanya dengan memikirkan keuntungan semata, tetapi juga harus dibangun dengan rasa empati dan kebermanfaatan bagi banyak orang.
Anton menilai, bisnis yang sehat lahir dari hubungan baik antara pemilik usaha, karyawan, pelanggan, hingga masyarakat sekitar. Karena itu, semangat berbagi menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan usaha yang dibangunnya.
“Dalam bisnis itu bukan hanya bicara profit. Ada keberkahan yang harus dicari. Ketika usaha bisa memberi manfaat untuk orang lain, membantu masyarakat sekitar, memperhatikan karyawan, itu justru yang membuat usaha bisa bertahan lama,” katanya.
Ia menambahkan, tradisi kurban yang rutin dilakukan WKM juga menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan usaha yang terus berkembang. Mulai dari sebuah warung kopi bernuansa pedesaan di Talun, kini WKM Grup berkembang menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di Cirebon dengan konsep khas tradisional dan suasana alam terbuka.
Anton percaya, sebuah usaha yang tumbuh bersama masyarakat akan memiliki ikatan emosional yang kuat. Karena itu, momentum Iduladha dimanfaatkan tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga pengingat bahwa kesuksesan bisnis harus berjalan berdampingan dengan kepedulian sosial.
“Kalau usaha hanya mengejar keuntungan, mungkin bisa besar. Tapi kalau usaha dibangun dengan kepedulian dan rasa berbagi, insyaallah bukan hanya besar, tapi juga membawa keberkahan,” ungkapnya.
Daging kurban selanjutnya dibagikan kepada masyarakat sekitar, pekerja, dan pihak-pihak yang membutuhkan di lingkungan sekitar Warung Kopi Manis. Suasana kekeluargaan tampak begitu terasa selama proses penyembelihan hingga pembagian daging berlangsung.
Di tengah geliat bisnis kuliner yang semakin kompetitif, langkah sederhana seperti berbagi kurban menjadi pesan bahwa sebuah usaha tetap memiliki tanggung jawab sosial. Bahwa keberhasilan bukan hanya tentang angka penjualan, melainkan juga sejauh mana kehadiran usaha mampu memberi arti bagi lingkungan sekitarnya.***











