Scroll untuk baca artikel
Travel

Sedekah Bumi di Desa Wisata Cibuntu, Angkat Kearifan Lokal dan Tanamkan Toleransi

782
×

Sedekah Bumi di Desa Wisata Cibuntu, Angkat Kearifan Lokal dan Tanamkan Toleransi

Sebarkan artikel ini
Sedekah bumi di Desa Wisata Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Sabtu (14/10/2023). Foto: Dialog/Siti Masithoh

KUNINGAN – Ratusan warga Desa Wisata Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan antusias mengikuti tradisi sedekah bumi di lapangan desa setempat, Sabtu (14/10/2023). Mereka mengarak gunungan hasil bumi yang biasa dilakukan setiap tahunnya.

Sedekah bumi tahun ini mengusung tema “Tanggah Sumembah Lumampah-Tungkul Sumujud Winangun” yang berarti tengadah menyembah Maha Kuasa dan bekerja-tunduh sujud kepada maha Suci sambil membangun.

Tradisi ini diikuti oleh semua warga desa setempat. Para wanita mengenakan kebaya dan membawa bakul dengan selendang. Sementara kaum pria memakai baju pangsi berwarna hitam dan memikul tetenong (tempat makan yang terbuat dari anyaman bambu).

Tak hanya itu, tradisi ini diikuti oleh anak-anaka dan remaja desa setempat yang mengenakan pakaian adat.

Sekira pukul 08.00 WIB mereka berjalan dari balai desa menuju lapangan tempat kegiatan tersebut dipusatkan.

Sambil berjalan, mereka menyapa setiap wisatawan yang berkunjung.

“Selamat pagi,” ujar salah seorang warga yang mengikuti arak-arakan.

Setibanya di lapangan, masing-masing dusun menampilkan karya senin masing-masing, di antaranya pertunjukan angklung, tari tani, tari kuda, dan tari tetenong.

Setelah selesai mengikuti seluruh rangkaian prosesi, para warga menyantap makanan yang dibawa. Mereka saling berbagi dan bertukar makanan.

“Dari jam 3 pagi sudah masak-masak, terus kemarin juga udah bersih-bersih dan membuat kreasi,” kata Nina (36), salah seorang warga di Dusun 1 Desa Wisata Cibuntu.

Nina mengaku selalu semangat saat mengikuti tradisi sedekah bumi. Dia berharap, tradisi ini bisa terjaga dari setiap generasi.

Datangkan Wisatawan

Sedekah bumi menjadi salah satu wujud bentuk syukur atas hasil bumi yang didapat serta menunjukkan solidaritas antar-warga.

Tak hanya ungkapan syukur, tradisi ini mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai kota.

“Sengaja datang ke sini, mau tahu tradisi sekalian main ke curug yang ada di sini juga,” kata Lala (20) asal Cirebon.

Tak hanya lala, wisatawan asal Bandung, Dandi (32) jauh-jauh hari mengosongkan waktunya untuk berlibur ke Desa Wisata Cibuntu.

“Sengaja ambil cuti, mau coba penginapan di sini. Kebetulan mau tahu ada sedekah bumi, yaudah datang di pekan ini,” katanya.

Merintis Sejak Tahun 2012

Tahun 2012, Desa Wisata Cibuntu mengadakan soft launching sebagai desa wisata sekaligus pengukuhan Kelompok Sadar Wisata dan pembentukan sanggar seni.

Tahun berikutnya, Desa Wisata Cibuntu mengikuti pembinaan, pendampingan, dan pelatihan dari Dinas Pariwisata setempat.

Kemudian tahun 2015 dan 2016, tingkat kunjungan wisatawan semakin meningkat.

Selanjutnya pada 2016 hingga 2021 mendapatkan beberapa prestasi, di antaranya CBT peringkat ke-2 nasional, homestay (penginapan) peringkat ke-5 di tingkat ASEAN, Aword ISTA katagori green(tata kelola pariwisata), predikat sebagai Inisiator Desa Wisata dari Bupati Kuningan pada Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kuningan, 8 besar desa Brilian dari BRI.

Pemkab Harapkan Akses Masuk Langsung ke Kuningan

Desa Wisata Cibuntu yang semakin maju dan banyak mendatangkan wisatawan mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Kuningan, Muhammad Ridho Suganda. Dia turut hadir dalam tradisi sedekah bumi tahun ini.

“Terima kasih pada warga Desa Wisata Cibuntu yang sudah menjadi kebanggaan karena membawa Kuningan pada kancah internasional. Dari tradisi ini kita melihat adanya gotong royong dan kebersamaan.

Pihaknya berharap adanya akses langsung ke Kabupaten Kuningan agar potensi wisata yang ada. Menurutnya, desa wisata yang ada di Kuningan baru dikunjungi oleh wisatawan lokal.

“Kita tahu untuk mendapatkan pendapatan yang lebih besar tentunya kita harus membuka akses para wisatawan luar untuk datang ke Kabupaten Kuningan,” ungkapnya.

“jadi mudah-mudahan dengan nanti adanya akses masuk dari Bandara Kertajati bisa mengangkat pariwisata dan perekonomian,” katanya. (Siti Masithoh)

TiketFest