CIREBON – Hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran dimanfaatkan Pemerintah Kota Cirebon untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak). Hasilnya, masih ditemukan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak hadir, termasuk pejabat setingkat kepala dinas (kadis) dan kepala bidang (kabid).
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengungkapkan bahwa sidak dilakukan untuk memastikan kedisiplinan ASN setelah libur panjang. Dari hasil pemantauan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tingkat kehadiran pegawai terbilang cukup tinggi, bahkan ada dinas yang mencapai 99 persen.
“Sebagian besar masuk, bahkan ada dinas yang hampir penuh. Yang tidak masuk itu umumnya karena sakit atau cuti,” ujar Effendi, Rabu (25/3/2026).
Meski begitu, ia mengakui masih ada pejabat struktural yang tidak hadir pada hari pertama kerja. Salah satunya disebut berasal dari dinas kesehatan, namun pihaknya masih akan melakukan konfirmasi lebih lanjut terkait alasan ketidakhadiran tersebut.
“Kalau untuk kepala dinas kesehatan yang tidak masuk, saya belum dapat laporan lengkapnya. Nanti akan kita konfirmasi lagi,” tegasnya.
Effendi menegaskan bahwa cuti ASN tetap diberikan sesuai aturan yang berlaku, yakni maksimal 12 hari dalam setahun. Namun, pihaknya belum memastikan apakah ASN yang tidak hadir tersebut masih dalam batas cuti yang diizinkan.
“Kita belum tahu ini cutinya berapa hari, apakah masih dalam batas atau tidak. Itu nanti akan kita cek lebih lanjut,” katanya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti kondisi pasca-Lebaran yang biasanya diikuti meningkatnya keluhan kesehatan masyarakat. Beberapa fasilitas kesehatan di Kota Cirebon, kata dia, sudah kembali beroperasi normal untuk melayani warga.
“Memang setelah Lebaran biasanya banyak masyarakat yang sakit, mulai dari gangguan pencernaan sampai penyakit lainnya. Karena itu layanan kesehatan harus tetap optimal,” jelasnya.
Secara umum, ketidakhadiran ASN di tiap dinas disebut tidak terlalu signifikan, rata-rata hanya dua hingga tiga orang per instansi. Namun, Pemerintah Kota Cirebon tetap akan melakukan rekapitulasi untuk memastikan tingkat kedisiplinan pegawai secara menyeluruh.
“Memang hampir setiap dinas ada yang cuti atau sakit, tapi jumlahnya tidak banyak. Nanti akan kita data secara keseluruhan,” pungkasnya.***











