Scroll untuk baca artikel
Dialog Pemilu

TKN Prabowo-Gibran Sebut Khofifah Kader Sempurna NU

218
×

TKN Prabowo-Gibran Sebut Khofifah Kader Sempurna NU

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, mengajak kepada seluruh pengurus wilayah Muslimat NU Maluku Utara agar bersama-sama pemangku kepentingan untuk terus menekan angka stunting, Minggu (14/1/2024). ANTARA/Abdul Fatah (Abdul Fatah)

JAKARTA – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Ali Masykur Musa menyebut, Khofifah Indar Parawansa merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU) yang sempurna.

Dia menyebut Khofifah memenuhi kriteria dari segi struktural dan kultural.

“Ada dua cara pandang di mana Khofifah memenuhi semua kriteria. Pertama, NU yang dilihat secara struktural. Kedua, NU yang dipandang secara kultural. Bu Khofifah mencerminkan secara sempurna kedua sisi tersebut,” kata Ali dikutip dari ANTARA, Rabu (17/1/2024).

Dari sisi struktural, Ali menyebut Khofifah adalah Nahdliyin yang mendedikasikan hidupnya untuk NU melalui organisasi-organisasi, seperti Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), hingga Muslimat NU.

“Bu Khofifah selalu mendarmabaktikan dan memimpin organisasi di lingkungan NU, seperti IPPNU, PMII, hingga Muslimat NU. Secara struktur, ini paripurna,” ucap Ali.

Dari sisi kultural, Ali menilai Khofifah sebagai warga ahlussunnah wal jamaah (ahli tafsir) yang mengamalkan nilai-nilai dan ritual ke-NU-an dalam hidup sehari-hari.

Hal ini dikatakan Ali untuk merespons pernyataan calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar yang meragukan ke-NU-an Khofifah usai gubernur Jawa Timur itu memutuskan bergabung mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Lebih lanjut, Ali juga mengingatkan bahwa NU dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah dua hal yang berbeda.

NU, menurut Ali, adalah organisasi Islam yang berfokus pada program atau kegiatan keagamaan dan sosial (jam’iyah ijtima’iyah diniyyah), sedangkan PKB adalah bagian dari praktik politik praktis.
​​​​​​​
“Sehingga, karakter NU dengan partai politik adalah berbeda. Jadi, mengharuskan warga NU mendukung pasangan calon tertentu adalah tidak memenuhi dasar-dasar hubungan NU dengan politik,” kata Ali.

Kendati mengatakan NU tidak berpolitik, Ali mengakui bahwa kaitan keduanya itu tetap ada. Namun, dia menegaskan bahwa pilihan warga NU harus berdasarkan pada hati nurani dan mengedepankan kelestarian aspek struktural dan kultural NU.

“Kalau dari TKN sendiri, kami bersyukur mayoritas warga NU sekarang ini menitipkan aspirasi politiknya lewat Prabowo-Gibran. Ini tidak salah, baik secara struktural maupun kultural,” ujar Ali.

Sebelumnya, Muhaimin Iskandar mengungkapkan keraguannya terhadap warga Nahdliyin yang mendukung pasangan calon Prabowo-Gibran. Keraguan Muhaimin itu merujuk pada Khofifah Indar Parawansa yang resmi mendukung Prabowo-Gibran.
​​​​​​​
Menurut dia, setiap orang yang berideologi NU pasti akan mendukung pasangan calon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).

Pernyataan tersebut dilontarkan Muhaimin usai menggelar pertemuan dengan peternak di Kecamatan Ponggok, Blitar, Jawa Timur, Kamis (11/1/2024).

“Orang yang punya ideologi NU pasti istikamah ke AMIN. Saya meragukan ke-NU-annya kalau tidak pilih AMIN,” kata Muhaimin.*

TiketFest