CIREBON– Berdasarkan pernyataan yang dirilis oleh BMKG mengenai potensi terjadinya angin kencang di sekitar wilayah Jawa Barat khususnya Ciayumajakuning.
Angin kencang dengan kecepatan hingga 30 knot atau 56 kilometer per jam berpotensi terjadi di wilayah Cirebon, Jawa Barat, dan sekitarnya. Untuk itu, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati Ahmad Faa Izyin mengatakan, sejak beberapa hari terakhir kecepatan angin di Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) mengalami peningkatan.
”Arah angin umumnya dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 27 Knot atau 50 km per jam,”ungkap Ahmad dalam keterangan persnya yang dikutip, Kamis (18/7/2024).
Menurutnya, kecepatan angin normal di wilayah Ciayumajakuning hanya 20 km per jam.
Sejumlah faktor memicu peningkatan angin kencang. Salah satunya, perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan di selatan dan utara ekuator Indonesia pada musim kemarau. Bibit siklon tropis di pesisir timur Filipina yang bergerak ke arah barat juga menjadi penyebab.
Faktor lokal seperti Gunung Ciremai dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut yang menimbulkan adanya angin kumbang juga memicu angin kencang. Angin kumbang adalah angin yang bertiup turun dari lereng gunung.
”Semua faktor itu berpengaruh pada kecepatan angin,” lanjutnya.
Berdasarkan pemetaan BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, potensi angin kencang di wilayah Ciayumajakuning maksimal mencapai 30 knot atau 56 km per jam. ”Ini akan berlangsung beberapa hari ke depan. Perlu juga diwaspadai angin kumbang saat kemarau, bulan September,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada dengan potensi peningkatan angin kencang di Ciayumajakuning.
Apalagi diketahui dua tahun lalu pernah ada peristiwa angin kencang menerjang sejumlah bangunan di Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Akibatnya, atap rumah milik sejumlah warga desa setempat berterbangan.
Selain itu terdapat beberapa pohon tumbang di lokasi kejadian. Korlap Pusdalops BPBD Kabupaten Cirebon, Faozan mengatakan, angin kencang pada dua tahun silam telah menerjang 5 blok di Desa Lurah, sebanyak 135 KK 465 jiwa terdampak, terdapat 110 unit rumah rusak ringan, 1 musholah rusak ringan, 2 unit tempat usaha rusak ringan, 1 unit gudang penyimpanan sub rotan rusak berat dan sejumlah 5 pohon tumbang menimpa kabel listrik dan mengganggu akses jalan.***(via)











